-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hikmah Kuliah Online Akibat Pandemi Corona

Rabu, 13 Mei 2020 | 15:26 WIB Last Updated 2020-05-13T07:26:33Z
Hikmah Kuliah Online Akibat Pandemi Corona
Santi Khaerunisya (Mahasiswa UIN SMH Banten)
LorongKa.com - Pada awal tahun 2020 ini masyarakat di resahkan dengan adanya penyebaran sebuah Virus yang berasal dari negara China yaitu covid-19 atau lebih dikenal dengan Virus Corona. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar hampir  ke semua negara salah satunya Indonesia. Sehingga banyak terjadinya faktor yang merugikan dan meresahkan masyarakat, baik di bidang ekonomi, maupun pendidikan.

Nah, kerugian yang terjadi di bidang pendidikan ini mahasiswa tidak bisa mengikuti aktivitas belajar seperti biasanya semua kegiatan ngajar mengajar di lakukan di rumah secara online, hal itupun juga dirasakan tidak hanya di satu universitas tertentu saja tetapi di universitas lainya juga.

Bahkan mahasiswa yang semester akhir yang seharusnya melakukan kegiatan penelitian/ observasi seperti KKN dan wisuda ini dilakukan secara online sebagian universitas kegiatan nya ada yang diundur sampai menunggu redanya wabah Virus Corona ini. Hal ini sangat merugikan mahasiswa yang tadinya mahasiswa semester atas melakukan kegiatan penelitan/ observasi KKN atau wisuda jadi terhambat karena adanya virus corona di Indonesia ini.

Kegiatan belajar mengajar di tanah air pun berubah drastis dikala wabah Virus Corona ini datang ke Indonesia. Namun setiap kejadian pasti ada hikmah yang dapat kita ambil. saat pemangku kebijakan negeri ini memutuskan kegiatan belajar di rumah secara online atau kuliah daring. Semua mahasiswa di liburkan seperti ke bijakan yang di terapkan di UIN SMH Banten yang meliburkan aktivitas kuliah dari tanggal 14-30 juni 2020, ini momen untuk mencari cara kreatif dalam melanjutkan kegiatan belajar mengajar dengan melakukan kuliah secara online.

Tanpa mengurangi arti penting dalam menjalankan kewajiban, sebagai mahasiswa UIN SMH Banten prodi pendidikan Agama Islam atau PAI ini tidak menghalangkan mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar meskipun ajaran dosen yang dilakukan kurang dipahami oleh sebagian mahasiswa beda dengan ketika belajar kuliah secara face to face atau kuliah langsung.

Metode yang dilakukan dalam menjalankan kuliah online disetiap universitas ini dengan menggunakan aplikasi belajar berbasis online dengan diskusi dan sistem tanya jawab seperti kuliah pada umumnya ada presentator dan audiens, Cuma bedanya yaitu tugas yang berlebihan yang membuat mahasiswa kewalahan dalam mengerjakan tugas tersebut.

Mengenai kebijakan lembaga saat ini baru sebatas apa yang di canangkan oleh pemerintahan yakni belajar di rumah, shalat di rumah serta gerakan mengosongkan kampus untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, dan mengenai problematika belajar dari rumah (daring) menurut beberapa mahasiswa lembaga belum mengeluarkan kebijakan apa-apa terkait ketertanggung jawaban terhadap hak-hak mahasiswa-mahasiswanya, seperti menyediakan sarana/penunjangan mahasiswa untuk belajar di rumah seperti kuota ataupun pemulangan UKT sebesar 10% sebagai rasa bentuk tanggung jawab lembaga terhadap mahasiswanya.

Dalam menerapkan kuliah daring ini juga metode yang digunakan masih sama seperti biasanya yaitu diskusi dan penugasan. Dosen memberikan tugas-tugas yang memberatkan mahasiswa sehingga mahasiswa setiap hari dituntut untuk mengerjakan tugas dan tugas yang menuntut mahasiswa untuk selalu berhadapan dengan handphone dan laptop. Media yang digunakan dalam pembelajaran yang digunakan seperti WhatsApp, Zoom, Classroom dan Edmoodo

Selama menjalankan kuliah daring ini yang di nilai oleh sebagian mahasiswa sangat tidak kondusif dan efektif mengapa? karena sebagian mahasiswa ada yang tidak ikut dalam diskusi tersebut dan ada yang hanya menumpang nama sebagai daftar kehadirannya saja setelah selesai mencantumkan namanya mahasiswa acuh tak acuh/masa bodo terhadap diskusi yang masih sedang berjalan, dosen juga kurang mengontrol atau menyimak saat mahasiswanya sedang melaksanakan diskusi. Kekuatan sinyal juga sangat berpengaruh terhadap pembelajaran banyak mhasiswa yang geram karena mereka sering telat absen dan tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan teman-teman sekelasnya.

Yang lebih dikhawatirkan lagi lembaga pemerintahan melarang mahasiswa untuk melakukan shalat berjama’ah di masjid seperti shalat jumat dan shalat tarawih, ketika bulan puasa mahasiswa atau masyarakat disarankan untuk melakukan shalat traweh di rumah, bahkan mungkin shalat Idul fitri juga dilakukan di rumah dengan keluarganya tetapi anjuran tersebut hanya berlaku di beberapa daerah yang sudah termasuk zona merah sedangkan di perkampungan atau polosok masih bisa melakukan shalat berjamaah karena mungkin di daerah tersebut belum terjadi adanya Corona Virus.

Pemerintah melakukan kebijakan itu untuk mengurangi terjadinya wabah virus di Indonesia agar tidak menyebar semakin luas karena jika Virus Corona menyebar akan terjadinya banyak korban jiwa yang berjatuhan. Tetapi, menurut ajaran islam jika seorang muslim tidak melakukan shalat jama’ah atau shalat jumat sebanyak tiga kali berturut-turut maka mereka berada dalam ke kafiran.

Nah, dari terjadinya wabah ini di tengah-tengah mahasiswa atau masyarakat pasti ada hikmahnya. Apasaja hikmah dari maraknya kuliah online ditengah pandemi Virus Corona ini yang berhubungan dengan nilai religious dan ke tuhanan yuk langsung kita ulas saja.

Hikmah kuliah online ditengah wabah Virus Corona yang berhubungan dengan nilai religious dan ke tuhanan antara lain yaitu:

  1. Akibat dari terjadinya wabah Virus Corona ini tidak hanya membawa hal negatif tetapi membawa hal positif juga bagi mahasiswa, dengan diadakanya sistem kuliah online ini bisa disebut dengan daring melatih mahasiswa untuk berprilaku jujur dalam mengerjakan tugas atau hafalan yang diberikan oleh dosen pengampu terhadap mahasiswanya di kelas masing-masing.
  2. Mahasiswa lebih banyak melakukan aktivitas dengan keluarganya di rumah tanpa keluyuran dan tidak melakukan hal-hal yang di larang oleh agama seperti meminum minuman alkohol, karena pada umumnya di usia remaja atau dewasa ini pasti lebih suka melakukan hal-hal yang menurut agama tidak boleh, maka dari hal itu akibat dengan adanya virus ini membawa mahasiswa kepada hal kebaikan
  3. Akibat adanya Virus Corona juga membawa mahasiswa kepada hal-hal kebajikan/ kebaikan, misalnya shalat berjama’ah atau ngaji di rumah dengan keluarganya masing-masing, karena pada dasarnya banyak mahasiswa yang jarang sekali kumpul dengan keluarga karena jarak antara kampus dengan rumahnya sangat jauh
  4. Dengan maraknya Virus Corona ini di Indonesia tidak menghalangkan manusia untuk melakukan pengajian, mahasiswa bisa melakukan pengajian bersama teman-temanya melalui aplikasi zoom sehingga mereka bisa berinteraksi secara baik dan bisa melakukan sharing mengenai pengajian yang sedang di bahas.

Penulis: Santi Khaerunisya (Mahasiswa UIN SMH Banten)
×
Berita Terbaru Update