Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Antara Kirap Sesajen Dan Toleransi Dalam Islam

Sabtu, 12 Februari 2022 | 14:27 WIB Last Updated 2022-02-12T06:27:17Z

Penulis: Faizul Firdaus, S.Si

LorongKa.com - 
Terjadwal tanggal 13 Februari nanti akan diselenggarakan kirap 1001 sesajen di kawasan lereng Semeru Kabupaten Lumajang. Tepatnya direncanakan di kecamatan senduro. Terkait event tersebut ada beberapa hal yang menjadi penting untuk di bahas. Diantaranya adalah apakah harus dilarang atau dibiarkan? Atau apakah seorang muslim dapat juga mengikutkinya?


Tidak dipungkiri dahsyatnya tragedi erupsi semeru 4 desember lalu menyisakan trauma dan kekhawatiran. Sebagai makhluk yang beragama hal ini memang mengetuk kembali kesadaran beragama. Kesadaran bahwa kita lemah, dan ada Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa. Hal tersebut wajar dan ada disetiap manusia, beragama apapun dia. Kesadaran akan lemahnya diri dan Besarnya Kuasa Tuhan telah menuntun seseorang itu untuk mendekat kepada Tuhannya. Tentu sesuai ajaran agamanya masing-masing. Karena memang setiap agama memiliki cara berdoanya sendiri-sendiri.


Pada ranah tersebut jelas Islam sendiri berabad lalu telah menerangkan lakum dinukum waliadin (bagimu agamamu bagiku agamaku). Tidak ada masalah dalam hal ibadah ini,  dan tidak akan pernah boleh diusik.  Disinilah arti toleransi itu. Yaitu membiarkan. Bukan mencampuradukkan.


Kirap sesajen di lereng semeru bisa jadi ini adalah salah satu bentuk peribadatan pada pemeluk agama hindu. Ini adalah cara mereka untuk melakukan permohonan kepada Tuhan. Tentu hal tersebut tidak bisa diintervensi. Karena memang beribadah itu memang dijamin konstitusi.


Akan halnya bagi seorang muslim, tentu cara berdoa dan cara beribadah nya tidak sama. Cara seorang muslim memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT juga tidak sama dengan cara berdoa pemeluk agama lain. Bagi seorang muslim permohonan kepada Allah SWT dilakukan dengan cara sholat dan berdoa dengan rendah hati dan sungguh-sungguh, terlebih di waktu-waktu yang mustajab.


Disini patut menjadi perhatian. Bahwa menghargai itu membiarkan, bukan ikut di dalam ritual agama lain. Mungkin bagi pemeluk agama lain tidak mengapa apabila ritual agama mereka diikuti oleh pemeluk agama lain. Akan tetapi bagi seorang muslim haram hukumnya ikut masuk terlibat dalam ritual agama lain. 


Sehingga sikap seorang muslim terhadap acara ritual seperti kirap sesajen tersebut adalah membiarkan untuk pemeluk agama lain tetapi tidak untuk diikuti kaum muslim. Karena prektik tersebut adalah keharaman dalam Islam.


Toleransi itu membiarkan, bukan mencampuradukkan. Hal ini yang harus difahami oleh ummat. Agar cita-cita menciptakan kerukunan masyarakat tidak terjebak pada aktifitas kebablasan. Wallahua’lam bisshowwab.


Penulis: Faizul Firdaus, S.Si (analis Politik dan Media).

×
Berita Terbaru Update