Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Eskalasi Kualitas Pendidikan Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya

Selasa, 18 April 2023 | 12:58 WIB Last Updated 2023-04-18T04:58:39Z

Cintha Nurul Hidayah

LorongKa.com - 
Setiap manusia tidak bisa lepas dari kata pendidikan.Terlebih lagi di Indonesia, setiap orang berhak dan bahkan wajib mendapatkan pendidikan, sebab tanpa Pendidikan segala dampak buruk bagi manusia dan lingkungan sekitarnya tentu akan terjadi, oleh sebab itu pendidikan adalah kunci utama dalam menunjang peradaban hidup agar lebih sejahtera lagi. Pendidikan akan terus membantu dalam menciptakan dan memerdekakan manusia lebih baik dari masa ke masa, dengan kapabilitas yang terus berkembang selaras dengan Pendidikan yang diperoleh.


Kualitas manusia yang memiliki dan mendapat pengetahuan tentu berbeda dengan manusia yang tidak mendapatkannya. Manusia yang memiliki pendidikan yang terbilang tinggi, tentu akan semakin banyak pengetahuannya sehingga cara berpikirnya lebih maju, dikarenakan mendapatkan ilmu ilmu seperti ilmu spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia. Sebaliknya, manusia tanpa pendidikan akan terhambat dan terbatas pengetahuannya, sehingga menyebabkan kesulitan untuk berkembang, hal ini tentu sangat berbanding terbalik dengan tujuan Pendidikan, terutamanya di Negara Indonesia.


Kuatnya suatu negara tentu sangat ditentukan oleh rata-rata tingkat kualitas Pendidikan masyarakatnya, dalam artian, suatu kunci dalam keberhasilan negara tentu dilandaskan dengan seberapa berkualitasnya Pendidikan di negara tersebut. Dalam hal ini, guna memajukan Indonesia, dibutuhkan kesadaran oleh seluruh masyarakatnya khususnya dalam hal Pendidikan yang tidak boleh dipandag sebelah mata.


𝐑𝐞𝐧𝐝𝐚𝐡𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐮𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐢𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚


Sungguh miris bila harus melihat fakta yang terpampang nyata bahwa kualitas pendidikan negara indonesia masih jauh dari kata sempurna, bahkan jika dilihat dari word population review pemeringkatan pendidikan dunia, Indonesia berada di peringkat 54 dari 78 negara yang masuk di dalamnya, ini adalah cerminan bahwa pendidikan di indonesia masih belum dapat mengkapasitasi rakyatnya, mengingat bahwa perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan beramasyarakat, berbangsa dan bernegara di indonesia tidak lepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dan budaya.


Kualitas pendidikan di Indonesia pada dekade terakhir ini juga terbilang semakin menurun, dapat dilihat dalam worldtop20.org di tahun 2022 yang memperlihatkan bahwa Indonesia menempati peringkat Pendidikan ke-67 dari 203 negara yang tercantum dalam pemeringkatan tersebut, kemudian di tahun 2023 ini, worldtop20.org kembali mengurutkan peringkat pendidikan di dunia. Lagi-lagi terdapat 203 negara yang tercantum dalam pemeringkatan tersebut. Di posisi pertama ada Denmark, lalu disusul oleh Korea Selatan di posisi kedua, dan Netherlands di peringkat ketiga. Sementara itu, Indonesia Kembali lagi masih berada di urutan ke-67 dari 203 negara. Hal tersebut mengindikasikan adanya masalah-masalah dalam sistem Pendidikan di Indonesia yang membuat rendah dan tertinggalnya kualitas pendiikan di Indonesia.


𝐅𝐚𝐤𝐭𝐨𝐫 𝐫𝐞𝐧𝐝𝐚𝐡𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐮𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐢𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚


Wujud baik dan kurang baiknya kualitas negara tentu dicerminkan oleh kualitas Pendidikannya, banyaknya fakta bahwa Negara Indonesia memiliki kualitas pendidikan yang rendah Tentu didasarkan oleh beberapa faktor yang ada, diantaranya yaitu:


1. Pendidikan tidak merata


Sudah semestinya bahwa seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan secara merata dan maksimal. Namun kenyataannya Pendidikan masih terpusat di beberapa kota, dan daerah, sedangkan masih banyak masyarakat yang berada dipelosok tidak mendapatkan hak nya secara merata, hal ini didasarkan karena jauhnya jangkauan daerah yang terbilang terbelakang dalam hal Pendidikan, mengakibatkan kurangnya fasilitas sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang di dapat oleh masyarkat. Ini tentu menjadi hal yang sangat ironis dan sangat perlu untuk di tindak lanjuti.


2.Rendahnya kualitas guru


Bagaimana bisa pendidikan di indonesia maju, jika kualiatas sumber daya manusianya(guru/dosen/pengajar)  juga tertinggal, sedangkan merekalah yang menjadi benih utama dalam keberhasilan pendidikan. Para pengajar haruslah dibekali ilmu ilmu yang akan membantu mereka nantinya dalam memberikan materi yang kompeten, oleh karena itu sangatlah dibutuhkan  guru yang berpotensi dan berdaya unggul, serta inovatif dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, mengingat bahwa semakin hari teknologi, Pendidikan, dan budaya terus berkembang.


3. Ketidakpahaman masyarakat tentang pendidikan


Tidak sedikit Masyarakat atau Orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya, dan tidak mau merasakan pendidikan, hal ini dikarenakan mereka berfikiran bahwa sekolah tidak ada gunanya, mereka lebih memilih untuk kerja nyata, pun hal ini juga dikarenakan krisis ekonomi struktural yang merajalela dan terus berulang, mengharuskan mereka bekerja demi menghidupi diri sendiri dan keluargannya.


4. Rendahnya prestasi peserta didik


Pendidikan di Indonesia terbilang egois dan tidak mengerti terhadap bakat peserta didik berdasarkan cara belajar yang monoton hanya latihan soal lalu mengerjakan PR, serta kurang sesuainya antara bakat/hobi terhadap mata pelajaran yang tentu kita ketahui bahwa bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan.


5. kurikulum pendidikan yang buruk


Kurikulum pendidikan di Indonesia yang juga masih belum relevan dengan kebutuhan kebutuhan di dunia kerja, pengembangan kemampuan peserta didik melalui kurikulum pendidikan di Indonesia masih kurang baik dan tidak sesuai yang dibutuhkan pada dunia kerja. Perlu adanya perbaikan dan perluasan kurikulum pendidikan yang lebih baik dan juga merata sesuai dengan standar pendidikan internasional agar dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.


"Lalu bagaimana pendidikan di indonesia bisa menjadi kunci utama kesuksesan hidup masyarakat bila kualitas pendidikannya masih jauh dari kata sempurna?."


𝐏𝐞𝐦𝐛𝐚𝐫𝐮𝐚𝐧 𝐤𝐮𝐫𝐢𝐤𝐮𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐨𝐥𝐮𝐬𝐢


Guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, pemerintah meluncurkan program kurikulum terbarukan yang bernama kurikukum merdeka belajar dan kurikulum merdeka berbudaya dengan maksud memaksimalkan proses pembelajaran juga dengan maksud agar peserta didik dapat memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya, juga agar guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.


Perbaruan kurikulum dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dalam menjawab tantangan yang muncul akibat perkembangan perkembangan yang ada, dan dengan konstan memperhatikan situasi juga kondisi serta norma-norma yang berlaku di Indonesia. Langkah pengembangan kurikulum diatur sedemikian rupa sesuai dengan hakikatnya sebagai komponen pembelajaran agar mendapat kompetensi yang memadai dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi dan budaya sesuai dengan yang diinginkan. 


Keunggulan lainnya dalam penerapan Kurikulum Merdeka ini ialah lebih relevan dan interaktif dalam pembelajaran dimana melalui kegiatan projek projek akan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu yang aktual, misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lain-lainnya demi mendukung pengembangan karakter dan juga kualitas pendidikan.


Kurikulum terbarukan ini merupakan salah satu perubahan sistemik yang diharapkan dapat memperbaiki dan memulihkan pendidikan yang ada di Indonesia. Kurikulum akan menentukan materi yang diajarkan di dalam kelas. Selain itu, juga mempengaruhi kecepatan dan juga metode mengajar yang digunakan para guru demi memenuhi kebutuhan peserta didik.


Penulis: Cintha Nurul Hidayah

×
Berita Terbaru Update