Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia

Rabu, 31 Mei 2023 | 11:13 WIB Last Updated 2023-05-31T03:13:27Z

Silvia Risqiani 

LorongKa.com -
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia yang menjadi sorotan penting dalam hal moderasi beragama. Moderasi adalah ajaran yang paling penting didalam agama islam. Islam yang moderat adalah paham keagamaan yang sangat relevan dalam konteks keberagaman dalam segala aspek, baik agama, adat istiadat, suku, dan bangsa itu sendiri. Oleh karena itu pemahaman tentang moderasi beragama harus dipahami secara kontekstual, artinya bahwa moderasi beragama di Indonesia bukan Indonesia yang dimoderatkan, tetapi cara pemahaman dalam beragama yang harus moderat karena Indonesia memiliki banyak kultur, budaya, dan adat istiadat.


Moderasi bergama terutama moderasi islam dapat menjawab berbagai problematika dalam keagamaan dan peradaban global. Dalam kerangka kesatuan suatu bangsa Allah menciptakan beragam etnis, suku, dan kelompok. Dalam kerangka kesatuan syariat, Allah menciptakan berbagai madzhab, dan dalam kerangka kesatuan umat, Allah menciptakan berbagai agama. Dalam menghadapi masyarakat diberbagai agama untuk mengatur agar tidak terjadi radikalisme, bentrokan adalan melalui pendidikan islam yang moderatvdan inklusif. Dalam realitas kehidupan manusia tidak dapat menghindarkan diri dari perkara yang bersebrangan. Karena itu dalam moderasi beragama ada al-Wasatiyyah Islamiyyah mengapresiasi unsur robaniyyah (ketuhanan), dan insaniyyah (kemanusiaan).


Indonesia Negara yang besar dan didalamnya terdapat beberapa agama, diantaranya agama Islam, Kristen, Hindhu, Budha, dan berbagai macam keyakinan lokal lainnya. Dengan demikian, toleransi dalam beragama merupakan sebuah keniscayaan untuk menjamin stabilitas sosial dari paksaan ideologis maupun berupa bentrokan fisik dalam masyarakat. Perbedaan agama seharusnya untuk saling mengakui, saling menghormati, dan bekerja sama dalam kebajikan. Bukan sebaliknya perbedaan keyakinan agama menjadi faktor pendorong untuk saling menjatuhkan, saling merendahkan, atau mencampuradukkan antar agama yang satu dengan yang lain. Dengan adanya toleransi dan hubungan baik, akan menjadikan negara menjadi makmur dan terhindar dari berbagai macam aksi buruk di antaranya penyerangan atau gerakan terorisme.


perlu adanya upaya-upaya penangkalan agar tidak timbul perilaku atau tindakan yang dapat memicu timbulnya konflik yang besar di kalangan umat beragama. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan membangun sikap toleransi antar umat beragama. Dalam hal ini, toleransi yang merupakan bagian dari akidah Islam dan masuk dalam kerangka sistem teologi Islam sejatinya harus dikaji secara mendalam dan diaplikasikan dalam kehidupan beragama karena ia adalah suatu keniscayaan sosial bagi seluruh umat beragama dan merupakan jalan bagi terciptanya kerukunan antar umat beragama.


Adapun yang dimaksud dengan toleransi beragama adalah toleransi yang mencakup masalah-masalah keyakinan dalam diri manusia yang berhubungan dengan akidah atau ketuhanan yang diyakininya. Seseorang harus diberikan kebebasan untuk meyakini dan memeluk agama (mempunyai akidah) yang dipilihnya masing-masing serta memberikan penghormatan atas pelaksanaan ajaran-ajaran yang dianut atau diyakininya.


Masyarakat Indonesia adalah masyarakat mulikultural. Di dalam perjalanannya tentu perbedaan yang ada di masyarakat menimbulkan berbagai konflik dan kasuskasus intoleran. Dalam hal ini toleransi sangat dibutuhkan untuk menciptakan keseimbangan dan kedamaian dalam masyarakat. Toleransi ini hanya akan efektif jika masing-masing pihak tetap berjalan di atas relnya dan menjalankan secara penuh apa yang telah diajarkan di dalam al-Qur’an. Kasus-kasus seperti tidak menghargai dan menghormati hak orang lain, diskriminasi atau membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, gender, dan lain-lain, mengganggu kebebasan orang lain, baik dalam memilih agama, keyakian politik dan memilih kelompok, memaksa kehendak pada orang lain, tidak mau bergaul dan bersikap tidak baik dengan orang yang berbeda keyakinan, hal itu akan berlangsung lagi. Namun tidak menutup kemungkinan kasus tersebut akan terjadi lagi. Oleh karena itu, sikap toleransi harus selalu ditumbuhkan dan dijalankan oleh setiap penganut agama di Indonesia.


Penulis: Silvia Risqiani

×
Berita Terbaru Update