Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Kenaikan Harga Beras Menggila, Ketahanan Pangan Kian Terkendala

Rabu, 06 September 2023 | 13:26 WIB Last Updated 2023-09-06T05:26:55Z

Rosita

LorongKa.com -
Saat ini harga beras tengah mengalami kenaikan, bahkan hampir merata di berbagai wilayah Indonesia. Setidaknya dalam sepekan terakhir, harga beras berfluktuasi naik. Contohnya, harga beras premium dari harga Rp13.680 menjadi Rp13.780 per kg. Kabarnya, kenaikan harga beras saat ini dipicu oleh beberapa faktor. Selain faktor alam seperti El Nino, naiknya biaya produksi, siklus panen dan penurunan produksi, termasuk larangan dari India terkait kebijakan ekspor. (CNNIndonesia, 23 Agustus 2023)


Faktor alam seperti El Nino dianggap sebagai salah satu penyebab kenaikan harga beras, karena ada beberapa wilayah yang mengalami kekeringan parah. Tetapi ada juga wilayah lain yang justru sedang panen raya salah satunya di wilayah Purwakarta, Desa Taringgul Tengah, Kecamatan Wanayasa. 


Sementara untuk kenaikan biaya produksi salah satunya adalah karena naiknya harga bibit padi, di daerah Cianjur misalnya telah mengalami kenaikan hampir 40 persen. Dari harga Rp40.000 menjadi Rp55.000 per karung. (Kompas.com, 19 April 2023) 


Beras merupakan komoditi pangan paling penting di Indonesia sehingga setiap gejolak harga beras sangat berpengaruh bagi pemenuhan kebutuhan pokok rakyat, juga akan memperburuk tingkat kesejahteraan rakyat. 


Ini menandakan negara belum mampu secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Padahal beras adalah salah satu bahan pokok yang mendasar dan negara wajib untuk menjamin ketersediaannya. Termasuk ketergantungan bahan pokok pada negara lain ini dikarenakan pemerintah belum memandang kedaulatan pangan adalah hal yang serius. Padahal kalau saja pemerintah menganggap masalah pangan adalah hal serius maka pemerintah akan mewujudkan swasembada pangan atau kemandirian pangan.


Dalam mewujudkan swasembada pangan seharusnya pemerintah melakukan langkah-langkah yang konkret. Di antaranya menyediakan lahan pertanian yang luas, bantuan kepada para petani baik berupa alat-alat berat maupun modal untuk biaya produksi seperti membeli bibit, pupuk dan lain-lain. Juga melakukan pendampingan atau penyuluhan terhadap para petani. Serta memanfaatkan teknologi pertanian demi meningkatkan hasil produksi seperti diversifikasi, intensifikasi, irigasi hingga memastikan kelancaran distribusi produksi dari petani sampai konsumen. Dan yang tak kalah penting adalah negara harus mulai membatasi impor jika produksi dalam negeri bisa diandalkan.


Sejatinya, masalah ketahanan pangan hingga menyebabkan harga bahan pokok melambung disebabkan penerapan sistem ekonomi kapitalisme oleh negara. Negara memberikan kebebasan pada para investor swasta untuk mengelola aset publik dan membiarkan mereka mengalihfungsikan berbagai lahan produktif menjadi industri. Alhasil, sektor pertanian adalah salah satu yang tidak terlepas dari cengkraman kapitalis yang membuat sistem pertanian atau pangan tidak pernah kuat atau mandiri, baik dari segi produksi, pengolahan dan pemasarannya.


Dalam sistem ini negara terperangkap dalam kekuasaan para kapital, sehingga negara tidak mampu untuk bertindak tegas dalam mengambil kebijakan dalam rangka mensejahterakan rakyat. Tetapi negara hanya berperan sebagai regulator serta membiarkan korporasi menguasai tata kelola pangan dan berbagai proses produksi. 


Berbeda dengan sistem Islam. Politik ekonomi Islam menyatakan bahwa pertanian merupakan salah satu sumber primer ekonomi di samping  perindustrian, perdagangan dan tenaga manusia (jasa). Dan bilamana permasalahan pertanian tidak dapat dipecahkan maka dapat menyebabkan guncangan perekonomian bahkan mengakibatkan suatu negara menjadi lemah dan akan ketergantungan pada negara lain.


Islam mewajibkan negara untuk menjamin kebutuhan pokok bagi seluruh rakyatnya, termasuk menjamin ketersediaan beras dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau. Selain itu Islam juga memiliki mekanisme untuk mewujudkan secara mandiri dan berkelanjutan. Oleh karenanya negara (penguasa) dalam sistem Islam bertugas mengupayakan berbagai solusi ketika masyarakat dihadapkan pada persoalan. Rasulullah saw bersabda:


"Imam (pemimpin) itu pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawabannya atas rakyat yang diurusnya.” (HR al-Bukhari dan Ahmad) 


Dalam hadis tersebut jelas, bahwa seorang pemimpin adalah pelayan bagi rakyatnya. Maka dari itu negara wajib memenuhi semua kebutuhan pokok bagi rakyatnya salah satunya adalah beras. Adapun terkait harga, negara tidak diperkenankan mematok harganya tapi diserahkan pada mekanisme pasar.


Negara hanya berwenang dalam hasil memuluskan distribusi, transportasi, atau hal-hal yang bisa mempermudah kelancaran bahan baku dan hasil produksi sehingga harga atas setiap produk di pasar menjadi murah. Selain itu, negara memiliki mekanisme untuk mewujudkan ketahanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan. Adalah dengan cara: Pertama, negara akan memberikan lahan atau tanah kepada para petani yang tidak memiliki lahan garapan, Kedua, negara akan memberikan subsidi berupa bibit, pupuk dan alat-alat pertanian agar dapat bertani. Ketiga, negara juga akan mengatur urusan pertanian berikut produksinya, sesuai dengan kebutuhan strategis pertanian untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. Dan yang terakhir atau keempat, negara akan menyediakan cadangan bahan pokok untuk berjaga-jaga, bila sewaktu-waktu ada bencana alam datang, seperti halnya El Nino. Atau bisa jadi negara mengeluarkan kebijakan impor terkait barang tertentu hingga negara bisa memproduksi sendiri. Wallahu alam bishawab


Penulis: Rosita

×
Berita Terbaru Update