Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Maraknya Bullying Buah Dari Pendidikan Sekuler

Minggu, 19 November 2023 | 12:47 WIB Last Updated 2023-11-19T04:47:48Z

Mirna Astuti (Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga) 

LorongKa.com -
Akhir-akhir ini kasus bullying makin meramaikan dunia maya maupun dunia nyata. Banyak kasus yang muncul terjadi di dunia pendidikan seperti kasus di Cilacap. Viralnya adegan bullying yang dilakukan oleh pelajar sekolah menengah pertama, namun kasus ini hanya sedikit dari banyaknya kasus yang tidak terlihat. Kasus bullying ini layaknya gunung es, dikutip dari detikedu ditemukan data bullying di sekolah tidak hanya pada tingkat sekolah menengah pertama, tetapi juga pada jenjang sekolah menengah atas. Dijumpai sebanyak 50% kasus bullying terjadi (detik.com, 03/10/2023). 


Berdasarkan fakta yang ditemui maka dunia pendidikan hari ini menempati posisi darurat bullying. Dari data KPAI 226 kasus bullying terjadi pada tahun 2022 (01 Oktober 2023). Mengapa kasus bullying kian meningkat dan jika dilihat terjadi makin masif pada dunia pendidikan tempat yang dimana seharusnya mencetak manusia dengan pribadi terbaik dan berakhlak mulia. 


Hal ini dikarenakan suasana pendidikan hari ini hanya berfokus pada ranah kognitif atau pada penilaian keilmuan saja dan hanya melihat pada hasil bukan proses. Dimana saat ini pendidikan akan memberikan apresiasi pada siswa yang cerdas secara keilmuan saja dan tidak melihat proses pembelajarannya. Tidak sedikit sekolah yang masih menggunakan apresiasi dalam bentuk peringkat kelas yang memberikan penghargaan kepada siswa dengan hasil niai tertinggi di kelas setelah melalui proses ujian sekolah. Tapi tidak banyak sekolah yang memberikan apresiasi kepada siswa yang berkelakuan baik. Hal ini juga menjadikan faktor siswa tidak peduli terhadap sikapnya dan hanya memperdulikan nilai semata.


Lantas terhadap hal ini bagaimana peran Islam sebagai agama yang komprehensif dalam mengatasi kasus bullying ini. Islam adalah agama yang sempurna sehingga semua hal dalam kehidupan sudah diatur oleh Islam termasuk dalam kehidupan bersosial dalam pendidikan. Islam menjadikan pribadi siswa tidak hanya cerdas secara keilmuan tapi juga cerdas dalam aspek spiritual. Dalam Islam pendidikan pada tahap awal usia sekolah hanya akan berfokus pada penamaan aqidah Islam yang dimana akan disampaikan kepada siswa bahwa apapun yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah, termasuk teman sebayanya hal ini menjadikan anak tidak akan mengejek temannya karena akan paham sesuatu yang ada pada fisik manusia adalah mutlak kehendak Allah dan tidak dapat dirubah. Mindset anakpun akan terbentuk untuk saling menghargai sesama temannya dan tidak akan ditemui bullying secara fisik maupun verbal.


Islam menjaga generasi mulai dari kehidupan keluarga yang berperan dengan upaya preventif dimana rumah dan keluarga akan mencetak insan yang taat dan berpola pikir Islam yang akan melahirkan pola sikap yang sesuai Islam. Dan jika atas usaha pendidikan rumah dan sekolah yang berasaskan Islam ini telah dijalankan dan masih terjadi kasus bullying maka Negara akan memberikan sanksi tegas sebagai upaya kuratif. Dimana sanksi ini akan menghadirkan efek jera bagi pelaku dan memberikan efek pencegahan bagi orang lain. Sehingga kasus bullying ini akan dihentikan oleh Negara, dan jika belum dapat dihilangkan sampai habis paling tidak negara akan memperlambat laju kasus semacam ini.


Penulis : Mirna Astuti (Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga) 

×
Berita Terbaru Update