Dabi - Puisi Aruki N

DABI
Aruki N.

Malam itu aku lantas bertanya:
Sayang, mengapa pula setiap dosa mesti ditimpakan pada jiwa-jiwa yang lain?

Perihal Dabi ini, mungkinkah semua mampu menerima?

Iya, dengan bisu yang dibuat-buat dan tangisan yang perlahan berubah munafik.

Sayang, mengapa Dabi berlagak sebagai pengungkit masa lalu yang sejati tak perlu diangkat di masaku?

Apakah perihal kesalahan dan dosa ini tak pernah dibukakan pemaafan?

Padahal kita dulunya pernah sepakat, bahwa setiap jiwa tak semua darinya sempurna.

Tetapi sebagiannya selalu dibukakan pemaafan atas luka, lantas menutup lubangnya.
Pun, dosa, dihapuskan dengan banyak penyesalan, serta permohonan ampun.

Sedangkan bagiannya yang lain, kutemukan tersudut, bertekuk lutut oleh rayuan setan, pun tepukan tangan penghuni neraka.

Sayang, perihal Dabi ini, sungguh aku tak mampu menebak.
Selain ia yang berkoar soal teori perbandingan, hingga berani menentang hukum Tuhan.

Tidak, sayang. Bukan kepada jiwa resah dilampiaskan.