Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Opini: Narkoba Dan Berlian

Jumat, 27 Juli 2018 | 17:50 WIB Last Updated 2018-07-27T09:50:00Z
LORONG KATA --- Tahukah Anda, bahwa Kata-kata Anda bisa jadi narkoba bagi orang lain begitu juga dengan diri Anda sendiri, sehingga memberikan ruang pada pikiran bawah sadar Anda untuk membuat Anda candu hingga merusak mental dan karakter Anda dan juga pada orang lain layaknya cara kerja narkoba yang sekali coba akan membuat seseorang candu hingga tak tertahankan seperti yang kita lihat di tengah-tengah kita, tidak sedikit menjadi korban atas obat terlarang tersebut.

Mari kita amati seksama bahwa tak sedikit perkataan mereka telah menjadi narkoba, seperti contoh "Kau memang pemalas" dalam bahasa bugis sinjai (Iko makuttu mettokko).

Ada apa dengan kata-kata demikian?
kita tidak bisa pungkiri bahwa kata-kata tersebut sangat berpengaruh terhadap mental seseorang, apa lagi seseorang mengucapkan kata-kata tersebut secara berulang-ulang dan orang lain mendengarkan secara berulang kali pula. Tentu ini sangat berpeluang membangun karakter atau mental persis dengan kata-kata tersebut.

Saya mengibaratkan kata "Kau memang pemalas" adalah satu ember racun, dan kata "Kau bisa lebih rajin" adalah segelas air bersih kemudian kita isi segelas air bersih tersebut dengan satu ember racun secara terus menerus.

Pertanyaannya yang manakah lebih dominan, racun atau air bersih tersebut? Sudah tentu racun.

Begitulah cara kerja pikitan kita.
Dalam dunia hipnosis disebut dengan repetisi (Pengulangan). Dengan begitu akan tersimpan di pikiran bawah sadar Anda dan akan menjadi pribadi Anda. Seperti pepatah yang sering kita dengarkan "Ala bisa karena biasa", Jadi berhati-hatilah dengan mulut dan lidah Anda yang tak bertulang itu (Mulutmu harimaumu).

Ubahlah ucapan Anda menjadi BERLIAN, diam jika ucapan tak lagi bermakna dan berucaplah jika itu bermakna.

Teruslah sugestikan diri Anda dengan kata-kata positif seperti layaknya berlian. Arahkan diri Anda mulai dari hal kecil dengan selalu berucap positif, mulai sekarang dan seterusnya.

Kita beri perbandingan ucapan positif dan negatif dengan makna yang sama tapi redaksi kata yang berbeda, "Kau memang ini pemalas" (iko makuttu mettokko), alangkah baiknya kita rubah redaksi katanya menjadi, "Kau pasti bisa lebih rajin", dalam bahasa bugis sinjai (Taulle meto pasti lebbi mamenge'). Makna yang sama tapi kata yang berbeda, tapi kata yang terakhir pasti lebih memacu semangat bukan?.

Di atas adalah hanya contoh kecil yang sekian lama kita sering dengar di kalangan masyarakat. Tidak ada yang salah, cuma mungkin kita belum tahu caranya.
Maka indahnya jika kita terus belajar.

!!!INGAT. Ucapan adalah doa.

Semoga lewat tulisan singkat ini sedikit bisa menambah pengetahuan teman-teman.

Fajar CT
×
Berita Terbaru Update