Sebuah Titipan Rindu Dan Ucapan Maaf - Puisi Nur Wahidah

Sebuah Titipan Rindu Dan Ucapan Maaf
Nur Wahidah

Aku mencoba untuk selalu menaikkan senyumku.
Terkadang tawa kecilmu selalu terbayang di fikiranku.
Kadang kala aku berfikir aku rindu.
Kadang kala aku ingin beranjak dari tempatku.

Caraku merindu berbeda.
Tidak seperti mereka yg mempamerkan rindunya.
Rinduku kusimpan hingga tak ku tau sudah seberapa besar.

Aku tau kau lebih rindu.
Egoku tak kau pedulikan.
Nakalku tak menjadi alasanmu untuk marah.
Tangisku menjadi hal yang kau ingin dengar setiap malam,sama seperti masa kecilku.

Maafkan aku yang selalu mengucap rindu namun tak mampu untuk bertemu.
Aku sangat sadar bahwa senyummu takkan selamanya kulihat.
Bahwa tatapanmu takkan selamanya menatapku.

Waktu akan memisahkan kita .
Aku yakin itu.
Tapi, untuk saat ini ,biarkan aku menabung rinduku dulu.
Tapi yakinlah aku akan pulang memelukmu dan menciummu.

maafkan aku ibuku sayang.
Dan terima kasih untuk semua yang rela kau berikan.
Apa yang kau berikan.
Selalu ku ambil semuanya. tapi,kau tak pernah marah.

Apa yang kuminta engkau selalu berikan .
Inilah alasanku merasa bersalah padamu ibuku.
Terkadang kau hanya menyuruhku pulang untuk sekedar tidur di kamar kecil kita.
Tapi alasan kesibukan selalu menjadi boom andalanku untuk tak pulang.

Tapi lagi-lagi kau hanya tersenyum dan mengucapkan doa.
Ibuku sayang.
Satu hal yang harus kau tau.
Aku masih tetap sama.
Aku masih putri kecilmu yang selalu rindu kau elus rambutnya.

ini janjiku ibu.
Aku akan pulang. Baik itu kau minta atau tidak,aku pasti akan pulang.
Dan besar harapanku kau akan selalu sehat hingga nanti masa tuamu akan hidup bersamaku.

Love You Mom