Galau Mahasiswa Rantau Antara Pulang Kampung Atau Golput

Sumber gambar: tagar.id
Lorong Kata --- Sebagai mahasiswa rantauan, masa depan yang cerah adalah tujuan utama meskipun harus menggadaikan kebersamaan dengan keluarga tercinta. Rela hidup seorang diri di kota-kota besar dengan harapan, kelak ketika pulang membawa tambahan embel-embel di belakang nama.

Namun, hari pesta demokrasi membuat mahasiswa rantauan menjadi gundah gulana alias galau. Pasalnya, susah untuk memutuskan antara pulang kampung lalu datang ke TPS atau pilih golput aja. Hmmm bingung.

Rasanya, pengen banget nyoblos calon wakil rakyat, biar kedepan mereka tau bahwa 'aku' telah memberinya amanah untuk membawa negeri ini menjadi lebih baik, agar semua rakyat Indonesia hidupnya lebih sejahtera, adil dan makmur.

Sebagai mahasiswa rantauan yang aktif di kampus, tidak memiliki banyak waktu luang untuk kembali ke kampung bertemu orang tua tercinta juga bercanda dengan adik-adik yang lucu. Padahal sudah sangat rindu dengan mereka, terlebih lagi kepada yayank yang tinggalnya di kampung.

Coba aja kalau ada perguruan tinggi yang top di kampung atau di hutan. Saya pasti akan kuliah disana dan tidak akan jauh lagi dari ibu, ayah, adik-adik dan juga yayank. Sayangnya, semua perguruan tinggi top markotop pasti letaknya di kota-kota besar yang jauh dari kampung.

Andaikan saya bergelimpangan harta, tidak akan jadi masalah. Tapi, saya hanya anak seorang buruh tani yang pulang kampung paling saat libur semester, itupun kalau masih punya uang sisa. Kadang-kadang juga hanya bisa pulang kampung saat lebaran aja. Nabung ongkos pulang untuk bayar semester depan.

Pak KPU, 17 April mendatang akan diadakan pesta terbesar yaitu memilih calon Presiden dan wakilnya, sekaligus memilih calon wakil rakyat yang semoga saja bisa amanah dan tidak menjadi tikus-tikus yang bersembunyi dibalik kursi empuk. Pak, tolong beri kami solusi agar bisa berpartisipasi.

Meskipun tanggal 17 apri mendatang bukan suatu kewajiban untuk datang ke TPS, tetapi, Sebagai warga negara yang baik, rasanya ingin sekali menyalurkan hak suara kami untuk memilih pemimpin yang bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik.

Iya memang, KPU sudah membuat mekanisme tersendiri buat mereka yang ingin nyoblos di TPS terdekat dari tempat domisili saat ini. Menurut saya ini setengah hati, belum lagi pengurusannya yang menyita waktu dan itu artinya saya cuma bisa nyoblos capres dan cawapres sementara saya juga pengennya nyoblos calon wakil rakyat dapil di kampungku.

17 april adalah hari rabu, hari itu memang libur tetapi hari kamis dan jum'at tetap menjadi kewajiban masuk kampus. Jika saya pulang kampung, satu hari perjalanan dari kampung ke kota. Itu artinya setelah pencoblosan, saya mesti balik ke kota sehari perjalanan dan saat tiba, harus masuk kampus lagi tanpa istirahat.

Kalau gitu ngger, nggak usah pulang kampung aja. Pak, bukankah satu suara turut andil dalam merubah bangsa ini?

Beberapa hari yang lalu, saya dihubungi salah satu calon wakil rakyat. "Ngger, jadi nggak kamu pulang nyoblos?" Tanyanya. "Aku punya jadwal kuliah hari kamis, lagi pula ongkos pulang sudah aku pakai bayar semester" jawabku.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dia menjawabnya "uangnya aku transfer ke rekening kamu yah" mendengar ucapannya, hati kecilku berkata "wah enak juga nih dapat ongkos pulang, sekalian reunian sama keluarga". "Tapi, kamu harus nyoblos namaku." Ucapnya. "Kalau gitu nggak jadi Om, aku punya pilihan sendiri" ucapku sambil menutup telpon.

Ah, sial. Pengen nyoblos tapi nggak bisa pulang kampung. Nyoblos dirantauan pakai formulir A5 tapi ngurusnya ribet.

Apa iya, saya bolos kuliah aja hari kamis dan jum'at? Bagaimana kalau ternyata hari itu ada pre test mendadak? Saya nggak dapat nilai dan harus mengulang. Nggak bisa wisuda sesegera mungkin dong!!!

Bapak KPU, tolonglah, beri saya solusi yang tepat, agar kuliahku berjalan lancar tanpa hambatan dan bisa menyalurkan hak suara dengan tenang. Hari senin, selasa, rabu, kamis dan jum'at diliburkan juga nggak apa-apa. "Pak!!! Aku tunggu solusinya yah, agar aku nggak galau lagi".