Mayat Hidup

PUISI, ---  Aku kembali teringat tentangmu
Tentang rasa yang sampai sekarang masih setia menemani
Aku tak tahu apa yang kau pikirkan
Hingga kau tega meninggalkan
Aku tak tahu, apa yang membelenggu pikiranmu
Hingga kau tega membunuhku

Sejak kau pergi, aku merasa mati
Sebelumnya kupikir ini hanya mimpi
Namun nyatanya, kau benar-benar sudah tiada

Meninggalkanku bersama harapan yang telah hancur berkeping-keping
Satu-satunya lentera penerang jalanku
Kau bawa bersamamu

Sesekali aku berharap agar Tuhan mengasihaniku
Dan mengirimkan malaikatnya untuk menjemputku

Aku lelah, lelah terus melangkah seperti mayat hidup
Lelah dengan kisah yang terang redup

Aku salah, aku salah karena terlalu takut
Aku salah karena terlalu cemburu
Aku menyesal, aku menyesal hanya memberi secuil percaya
Aku menyesal membiarkan amarah meraja lela

Aku harap, kau bersedia memberikan maafmu
Dan sebagai gantinya, aku akan membunuh
Iya, membunuh
Membunuh rasa yang mengakar kuat dalam dada
Meski harus tenggelam dalam tangis

Sebagai permintaan terakhir, jaga dirimu baik-baik
Dan jangan lupa beritahu aku saat telah tiba hari bahagiamu
Agar aku tahu, siapa laki-laki beruntung yang bisa bersanding denganmu.

Penulis: Boa