Curhatan Si Anak Perempuan

Menjadi anak perempuan satu-satunya didalam keluarga adalah hal yang begitu sulit, terlebih kita yang jauh dari orang tua.

Harus pandai-pandai menjaga diri dan hawa nafsu, hawa nafsu dalam bergaulakah atau hawa nafsu yang ditawarkan megahnya kota.

Saat melangkahkan kaki ada banyak beban yang harus kupikul terlebih pesan dan janji yang harus kuingat dan kujalani.

Saya terlahir dari keluarga sederhana, tapi ibu dan ayahku selalu menyajikanku kemewahan dalam berfikir, yah kemewahan dalam berfikir bukan kemewahan dalam materi.

Ibu dan ayahku adalah manusia yang begitu luar biasa membimbing dan mendidikku dengan sebaik mungkin.

Ayahku, yang tegas tapi tidak menakutkan, ayah yang luar biasa, bisa dijadikan teman curhat, ayahku adalah ayah yang serba bisa, dari dulu sampai sekarang belum pernah kudengar ayahku memarahiku, ayahku begitu humoris tapi tetap tegas, hebatkan ayahku?

Ibuku, wanita yang berhati malaikat, merawatku, membesarkanku sampai sekarang ini, kalau watak ibu terbilang cukup keras dan didikannya didikan militer hehehe, tapi sekeras-kerasnya ibu, dia tetap penyayang dimatanya berisikan kehidupan, tutur katanya menyejukkan sukma.

Pesan dari ayah dan ibu yang tidak akan pernah saya lupa, "nak, tetap berbuat baik, meskipun bukan orang baik, hinaanya orang, caciannya orang, jangan jadikan alasan untuk patah semangat, tetap berkeyakinan kalau kau bisa, jangan mudah menyerah dan kalah"

Menjadi anak perempuan satu-satunya bukan hal mudah, terlebih aku yang dari dulunya dimanja dan dikasihi oleh kedua orang tuaku.

Lelaki dan perempuan mempunyai tanggung jawab dan beban yang sama. Sama-sama memiliki tujuan untuk membahagiakan keluarga.

Oleh: Sutra tenri awaru