Narkoba Ancaman Nyata Bagi Generasi Dan Bangsa

Lorong Kata --- Banyak sekali ancaman yang dapat merusak generasi bangsa ini, salah satunya adalah narkoba. Badan Narkotika Nasional(BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI) menunjukan 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengonsumsi narkotika.

Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko mengatakan saat ini, jumlah pengguna narkoba dari kalangan milenial meningkat drastis. Ini karena beberapa tahun lalu milenial pengguna narkoba hanya 20 persen, sekarang naik menjadi 25 persen,

Merujuk data BNN pada tahun 2018, prevalensi angka penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar di 13 ibu kota provinsi di Indonesia mencapai angka 3,2 persen atau setara dengan 2,29 juta orang. Sedangkan pada tahun 2017, BNN mencatat angka prevalensi penyalahgunaan narkotika sebesar 1,77 persen atau setara 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun (kompas.com,26/06/2019)

Persoalan pengguna narkoba dikalangan pelajar pun menjadi masalah global. Seperti World Drugs Reports 2018 dari The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menemukan bahwa 5,6 persen penduduk dunia atau 275 juta orang dalam rentang usia 15 hingga 65 tahun pernah mengonsumsi narkoba minimal sekali(CNN Indonesia,22/06/2019).

BNN juga menyebutkan bahwa konsumsi narkoba di kalangan pelajar ini menjadi persoalan serius. Mereka juga mengakui menciptakan kondisi pelajar terbebas sempurna dari narkoba bukan perkara gampang.

Penyebab terpuruknya generasi saat ini,

Konsep pemisahan agama dari kehidupanlah yang menjadi pokok permasalahan saat ini. Bagaimana tidak ketika kehidupan dunia sudah tidak diatur dengan syari’ah Allah maka ini akan mengakibatkan manusia lalai akan tujuan akhir hidupnya.

Sehingga tumbuh suburlah cara pandang hedonisme dan permisif yang menjadikan masyarakat pemburu kesenangan dan kepuasan.

Belum lagi Kapitalis yang telah menggeser peran orang tua dalam membimbing generasi, mereka disibukan dengan pekerjaan sehingga kurangnya kasih sayang, komunikasi, keterbukaan, perhatian dan saling menghargai di antara anggota keluarganya.

Ditambah acuhnya masyarakat sehingga pengawasan dan kontrol sosial kian melemah. Disisi lain, sanksi dari negara yang tidak memberi efek jera justru memperparah masalah. Jangankan membuat jera orang lain, yang sudah dihukum pun tidak jera.

Butuh solusi yang solutif

Para pemuda adalah generasi penerus bangsa serta tongkat estafet agama dan dakwah. Oleh karena itu agama Islam menaruh perhatian besar terhadap para pemuda dan pendidikan mereka, bahkan sejak dini. Narkoba dapat dibabat secara tuntas jika kita mencontoh bagaimana islam menyelesaikannya.

Orang tua memiliki tugas utama yaitu mengajarkan aqidah yang benar kepada anak-anaknya , karena dengan ini dapat memberikan alasan yang tepat bagi seseorang untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu.

Meningkatkan ketakwaan setiap individu masyarakat kepada Allah. Masyarakat juga harus dipahamkan bahwa mengonsumsi, mengedarkan, bahkan memproduksi narkoba adalah perbuatan haram yang akan mendatangkan murka Allah.

Serta dibutuhkan sebuah sistem hukum yang memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan narkoba baik pecandu, pengedar apalagi bandar. Sistem hukum seperti ini hanya didapatkan jika kita menginduk kepada aturan islam.

Di dalam Nizham al-Uqubat Syaikh Abdurrahman al-Maliki mengatakan tidak ada pemaafan atau pengurangan hukuman, jika vonis telah ditetapkan maka hal tersebut mengikat seluruh masyarakat sehingga tidak boleh dibatalkan, dihapus, dirubah, diringankan ataupun yang lain, selama vonis itu masih berada dalam koridor syariah.

Pelaksanaan hukuman hendaknya disaksikan oleh masyarakat seperti dalam had zina sehingga masyarakat memahami bahwa itu adalah sanksi atas kejahatan tersebut. Dengan begitu setiap orang akan berfikir ribuan kali untuk melakukan kejahatan yang serupa.

Dan yang mampu melaksanakan perananan tersebut adalah negara dengan menerapkan sistem islam secara keseluruhan dalam naungan pemerintahan islam. Hanya dengan ini kejahatan penyalahgunaan ataupun pengedaran narkoba dapat diselesaikan secara tuntas.

Karena sesungguhnya para generasi adalah asset berharga yang harus dijaga oleh pemerintah agar nantinya para remaja ini bisa menjadi pejuang dan pemimpin negara ini kelak. Oleh karena itu, mari segera kita berupaya agar tercipta ketakwaan individu, masyarakat, dan negara yang akan menerapkan sistem hukum islam secara menyeluruh yang mengatur individu, masyarakat, dan negara dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu a’lam Bishawab.

Penulis: Yunita Sari, S.Pd (Pemerhati Masalah Sosial)