Ijtima Ulama IV Tanda Kemenangan Islam Semakin Dekat

Lorong Kata --- Perpolitikan di tanah air semakin hari kian memanas, berakhirnya Pilpres 2019 dengan kemenangan Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 tak mendapat sambutan hangat dari sebagian pihak. Kemenangan yang dihasilkan dari berbagai kecurangan yang telah nyata dilakukan semakin menunjukkan wajah asli rezim dan sistem di negeri ini.

Sistem sekuler demokrasi yang telah lama bercokol di Indonesia nyatanya tak berpihak kepada suara rakyat yang menginginkan adanya perubahan. Sebagian besar dari masyarakat tak menginginkan rezim petahana kembali memimpin. Namun, nampaknya harapan itu harus dikubur untuk saat ini. Karena Sistem sekuler demokrasi hanya berjalan sesuai tujuan yang telah digariskan dalam sistem ini, jika perubahan yang dimaksud tidak sesuai dengan tujuannya maka mustahil perubahan itu dapat terwujud.

Namun, justru hal itu semakin menyadarkan masyarakat akan pentingnya sebuah perubahan yang harus dilakukan. Masyarakat yang ingin keluar dari keterpurukan akibat diterapkannya sistem rusak sekuler demokrasi, akan selalu melakukan pergerakan demi meraih kesejahteraan, kemakmuran serta menyelamatkan negeri ini dari gelombang kehancuran.

Ditengah sibuknya rezim menyebarkan opini sesat tentang Khilafah untuk menakuti dan menjauhkan masyarakat dari ajaran Islam. Nyatanya skenario Allha SWT sungguh lebih indah dari strategi yang mereka rencanakan Seperti dilansir dalam Gatra.com, Ijtimak Ulama IV yang digelar di Hotel Lor On, Sentul, Bogor pada hari Senin (5/8) memutuskan untuk menolak pemerintah terpilih sebab menurut pembahasan dalam Ijtima tersebut, Jokowi-Ma'ruf terpilih berdasarkan kecurangan yang terstruktur, sistematis, masif dan brutal. Ijtima Ulama IV yang dihadiri oleh Ketua Umum FPI, sekaligus Anggota Steering Committee, Sobri Lubis, Ketua GNPF, Penanggung Jawab, Yusuf Muhammad Martak, dan Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif, serta Sekretaris Steering Committee, Sekjen GNPF, Edy Mulyadi terdapat juga 850 peserta lainya dari 28 provinsi. Pertemuan ini diklaim untuk menentukan arah umat selanjutnya.

Ijtima Ulama IV menghasilkan empat poin pertimbangan dan delapan poin rekomendasi. Salah satunya meminta umat Islam untuk bersama mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersyariah.

Pada poin pertimbangan, Ijtima Ulama IV menyebut seluruh ulama menyepakati penegakan Khilafah adalah kewajiban agama Islam. "Bahwa sesungguhnya semua ulama ahlussunah waljamaah telah sepakat penerapan syariah d penegakan khilafah serta amar ma'ruf nahi munkar adalah kewajiban agama Islam." Ucap Penanggung Jawab Ijtima Ulama IV Yusuf Muhammad Martak.

Penerimaan umat terhadap ajaran Islam yakni Khilafah semakin menyeruak ke permukaan. Kegagalan sistem sekuler demokrasi yang dijalanan di negeri ini tak mampu mengobati sakitnya hati umat yang terkhianati dengan janji-janji basi. Hilangnya kepercayaan umat akan sistem dan rezim yang berdiri merupakan ancaman besar bagi singgasana demokrasi.

Umat yang kehilangan harapanya terhadap sistem rusak saat ini akan terus mencari solusi hakiki untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang membelenggu negeri ini. Perhatian umat yang terpusat pada syariat Islam merupakan sebuah tanda bahwa kemenangan Islam akan segera menyingkap tabirnya.

Kebangkitan Islam dalam bingkai Khilafah adalah janji Allah SWT yang niscaya akan terjadi. Mencampakkan sistem buatan akal manusia yang lemah dan berjuang untuk terus menegakkan Syariat Islam sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW menjadi hal yang harus dilakukan bagi orang-orang yang menginginkan perubahan hakiki terjadi. Masih Berharap dengan sistem yang ada adalah sebuah kekeliruan, sistem sekuler demokrasi telah nyata hanya menorehkan kerusakan dimuka bumi sehingga sistem ini layak untuk dicabut dari negeri ini.

Dengan terus Istiqomah berjuang sesuai fiqroh dan thariqoh yang sangat jelas dicontohkan oleh Rasulullah SAW saat mendirikan negara Islam di Madinah, disertai dengan terus membentuk kepribadian dalam diri agar dapat sekaliber para Sahabat, maka dengan ijin Allah SWT Kemenangan Islam tak lama lagi.

Penulis: Dina Evalina