Merenung Dalam Keheningan Malam

Merenung Dalam Keheningan Malam
Sudir badai

Malam semakin larut,aku hanya bisa diam dan merenungkan kejadian kemarin itu yang Sampai saat ini meninggalkan luka yang tak kunjung terobati.

Namun setelah aku mengenal sesosok gadis. aku pikir dapat mengobati luka yang telah lama ada dalam diri. Aku pun mempunyai semangat baru yang membara lagi.

Lambat laun aku mulai berani mengungkapkan sebuah rasa yang terpendam selama ini, aku beranikan diri walaupun aku gugup menuliskan pesan hendak kusampaikan.

Aku menunggu jawaban yang kukira akan mengobati luka, tapi faktanya malah sebaliknya. Luka baru muncul lagi setelah membaca balasan pesannya kepadaku.

Akupun duduk termenung dan tangan ini mulai kaku untuk menulis lagi, Entah aku yang salah atau aku yang terlalu berharap sampai akhirnya aku terjebak dengan harapan palsu.

Entahlah yang jelas aku harus tetap semangat walaupun semangat itu berbeda, tapi kuyakin di suatu saat nanti akan ada seseorang yang menemani langkah ini sampai ajal yang memisahkan.