-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Covid-19 Dan Kapitalisme

Minggu, 10 Mei 2020 | 08:07 WIB Last Updated 2020-05-10T00:07:35Z
Covid-19 Dan Kapitalisme
Rivand, Ketua Agitprop KP-GRD
LorongKa.com - Virus Corona atau yang biasa di sebut dengan Covid 19. Virus mematikan ini telah di tetapkan sebagai pandemik pada awal Maret 2020 oleh organisasi kesehatan dunia. Corona (Corona virus deasese), covid 19 merupakan singkatan dari Corona virus deasese sedangkan angka 19 mewakili tahun 2019 saat virus itu teridentifikasi.

Konon katanya virus itu muncul pertama kalinya pada September 2019 yang berasal dari ujung pasar makanan eksotis Wuhan China menyebar secara lokal lalu menyebar ke seluruh dunia melalui jaringan perjalanan terstruktur dari kota ke kota terkecuali Indonesia. Dari sudut pandangan yang berbeda bahwa ada yang menyakini bahwa virus ini merupakan senjata bilogis dari AS untuk meluluhlantarkan China dan Masyakarat dunia.

Sumber lain mengatakan virus terlepas tak sengaja dari institut viriologi Wuhan, Studi atau urutuan genentik yang di lakukan oleh ahli penyakit menular, Kristian G.andersen dan koleganya dari institut penelitian sccrips di La jola, California menyimpulkan bahwa virus Corona tidak mungkin dilahirkan dari laboratorium dengan demikian teori konspirasi dianggap omong kosong.

Terlepas dari berbagai pendapat tersebut ada hal menarik yang perlu di perhatikan baik dari aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi dan tentunya politik karena yaitu sikap ataupun watak dari kapitalisme dan masyarakat miskin. Melihat hal tersebut tentunya dapat di bayangkan bahwa covid 19 sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup masyarakat terkhusus masyarakat miskin karena secara garis makro pemerintah tidak memiliki akses pelayanan publik yang di di kategorikan jauh lebih baik.

Tak hanya menginfeksi seluruh juta jiwa di seluruh dunia tapi menghantam segala lini kehidupan ekonomi, Sama seperti negara lain Presiden RI suka tidak suka menerapkan sistem pembatasan pergerakan seperti meliburkan sekolah, kantor, perusahaan dan industri-industri. Sedangkan daya tahan masyarakat miskin dalam menghadapi pandemi ini dapat dikatakan rentan dikarenakan segala kebutuhan pokok melunjak naik.

Ekonomi dunia kemudian bergejolak karena serangan virus ini yang sebelumnya perang dagang antara China dan Amerika serikat dan pada kenyataannya pula gangguan terhadap perdagangan global yang terjadi menempatkan jutaan pekerja dalam bahaya.

Ancaman virus ini digunakan oleh kelas kapitalisme untuk memperkuat pengaruh nya lewat ide-ide reaksioner, mistis anti keilmihan serta rasis. Kelas kapitalisme berusaha menerapkan agenda politik dan ekonomi demi memastikan kelangsungan hidupnya sendiri setelah krisis.

Mereka juga mengupayakan kehendak untuk melampaui batas batas dari apa yang biasanya terjadi pada masa sebelumnya, mereka dengan gigih memaksakan kebijakan yang lebih kejam dan brutal untuk memeras apa saja yang bisa ia serap dari sisa dunia ini demi keuntungan dan kekuatannya sendiri, Trum mengatakan Hoax sedangkan Wakil Presiden RI Ma'ruf amin mengatakan perlu adanya sertifikasi bebas Corona.

Dalam pengantar buku lingkungannya hidup kapitalisme, Fredd magdof dan Jhon belamy menyitir teori ketidakmungkinan dari herman daly yang mengatakan bahwa ekonomi tidak akan bisa mungkin tumbuh secara terbatas di lingkungan yang tidak terbatas. Teori ini muncul berangkat dari pandangan mustahilnya bahwa memperluas modus produksi dan konsumsi gaya rakyat AS karena dunia telah telah diambang batas. Namun, lain halnya yaang terjadi saat ini terkhusus Indonesia dikarenakan pertumbuhan justru digenjot dan eksploitasi sumber daya di tingkatkan, mitos pertumbuhan diabaikan.

Tentunya ini sangat menghawatirkan kelangsungan hidup masyarakat kelas pekerja, buruh tani, nelayan dan kaum miskin karena pandemik covid 19 ini semakin kalut. Model akumulasi kapitalisme saat ini telah mengidap banyak masalah dari keberlangsungan modal akan berdampak pada devaluasi dan apabila devaluasinya terus meluas dan semakin mendalam maka akan menjadi isyarat terjadinya krisis.

Sehingga cenderung menempatkan cara atau watak dari kapitalisme yang memetakan kontradiksi internal dari sirkulasi dan akumulasi kapital sebagaimana aliran uang terus menerus mencari.

Penulis: Rivand, Ketua Agitprop KP-GRD
×
Berita Terbaru Update