-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menyikapi Ujian Dengan Penuh Keimanan

Senin, 18 Mei 2020 | 08:40 WIB Last Updated 2020-05-18T00:40:16Z
Zahra Zanzabila (Siswi Mts. Daarul Muqimien, Tangerang)
LorongKa.com - Manusia tidak bisa lepas dari yang namanya ujian. Selama kita masih hidup di dunia ini, pasti ada saja ujian yang datang menghampiri. Ujian akan datang silih berganti. Terkadang ujian itu datang dalam bentuk kenikmatan duniawi yang membuat kita lupa diri, namun kadang ujian datang berupa kesusahan hidup, kemiskinan, penderitaan, ditinggal orang-orang tercinta dan masalah-masalah lain yang sulit untuk kita prediksi kedatangannya.

Kita sebagai muslim harus selalu berserah diri kepada Allah atas ujian yang menerpa. Terlebih saat terjadi pandemi wabah seperti saat ini. Wabah covid-19 yang menyerang dunia beberapa bulan belakangan ini, merupakan ujian yang datangnya dari Illahi. Maka, tidak selayaknya juga kita mencela takdir atau malah berputus asa. Karena setiap manusia punya kadar ujian masing-masing. Semakin tinggi iman seseorang, maka semakin berat ujiannya. Namun, ingatlah bahwa Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan kita.

Allah SWT berfirman : "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan nya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya". (Mereka berdo'a): "Ya tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan Kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir". (TQS.Al-Baqarah :286).

Ada 3 (tiga) hal mengapa Allah SWT menguji kita:

Pertama, sebagai kaffarah atau penebus dosa, agar dosa-dosa kita terhapuskan atas sebab kesabaran kita. Dalam hadits Rasulullah Saw bersabda, "Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya." (HR.Bukhari dan Muslim).

Kedua, untuk memberi pahala kepada kita. Kita akan mendapatkan pahala dari kesabaran kita dalam menghadapi ujian, bahkan pahalanya ghoiru muhtasib, sebagaimana firman Allah SWT: "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala buat mereka tanpa batas." (TQS.Az-Zumar :10).

Ketiga, Allah SWT meninggikan derajat kita. Dengan adanya ujian, akan diketahui siapa sebenarnya kita. Apakah kita termasuk orang mukmin yang benar, ataukah sebaliknya seorang munafik. Allah SWT berfirman : "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, "kami telah beriman" sedangkan mereka belum diuji." (TQS.Al-Ankabut :2).

Itulah penjelasan tentang ujian dari Allah yang pasti datang silih berganti selama kita menjalani kehidupan di dunia ini. Sebab itu kita harus menjalaninya dengan sabar dan tawakkal atas ujian yang Allah berikan kepada kita. Karena akan selalu ada hikmah yang Allah selipkan di balik ujian yang di berikan oleh-Nya. Wallahu A'lam.

Penulis: Zahra Zanzabila (Siswi Mts. Daarul Muqimien, Tangerang)
×
Berita Terbaru Update