-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Donor Darah Dan Literasi Kesehatan

Senin, 15 Juni 2020 | 11:16 WIB Last Updated 2020-06-15T03:16:09Z
Rina Devina (Pustakawan pada Kanwil Kemenkumham Sumut)
LorongKa.com - Halo sobat literasi, apa kabar hari ini?sudah donor darah belum? Yuk donor darah, mumpung sedang merayakan momen peringatan dornor darah bulan ini. Ya, tepat tanggal 14 Juni selalu diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day). Peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) ini diinisiasi oleh Organisasai Kesehatan Dunia (WHO) sejak tahun 2005 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perlunya donor darah secara teratur.

Selain sebagai komitmen untuk meningkatkan kesadaran perlunya donor darah yang teratur bagi kesehatan pendonor, peringatan HDDS ini juga sebagai ajang kemanusiaan dalam membantu mencukupi kebutuhan darah yang aman, berkualitas, cukup dan berkesinambungan bagi masyarakat yang membutuhkannya, agar kebutuhan darah secara nasional dan dunia juga dapat terpenuhi. Karena setiap darah yang didonorkan akan dapat menyelamatkan jiwa banyak orang.

Banyak kasus dalam dunia medis dan kesehatan yang memerlukan partisipasi para pendonor darah, diantaranya adalah upaya menyelamatkan perempuan yang mengalami pendarahan saat kehamilan dan persalinan, anak-anak atau orang yang menderita anemia berat karena terserang penyakit malarian dan kekurangan gizi, pasien dengan kelainan darah bawaan dan sumsum tulang belakang, korban trauma kecelakaan, korban darurat, korban bencana serta pasien yang menjalani prosedur medis dan bedah lainnya.

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah wadah yang telah di bentuk oleh pemerintah Indonesia untuk menjalankan pelayanan donor darah dan mendapat mandat untuk selalu menggerakkan kampanye dan aktifitas donor darah secara sukarela dari masyarakat dan untuk masyarakat. Melansir situs kementerian kesehatan, tahun ini PMI mengusung tema "Darah yang Aman Selamatkan Kehidupan."

Seperti yang kita ketahui, akibat dari menyebarnya Pandemi COVID-19 ini telah mengganggu aktifitas donor darah yang biasanya rutin dilakukan oleh PMI. Hal ini sesuai dengan himbauan pemerintah agar melakukan PSBB dan menunda segala aktifatas yang melibatkan banyak orang. Hal ini tentu berakibat kepada semakin berkurangnya stok darah di PMI. Karena biasanya PMI selalu rutin melakukan even-even donor darah yang bekerjasama dengan berbagai instansi, korporasi, ataupun kepada berbagai komunitas.

Anjuran pemerintah untuk waspada dengan pandemic COVID-19 itu sangat penting, namun mendonorkan darah juga sesuatu yang penting juga. Berdasarkan data yang diterima dari PMI Pusat, bahwa stok darah mengalami penurunan yang signifikan. Kalau biasayan penurunan stok darah terjadi pada bulan Ramadhan karena aktifitas puasa yang melarang donor darah bagi kaum muslim, maka kini stok darah berkurang 70 persen lebih rendah bila dibandingkan dengan stok darah di bulan Ramadhan.

Hal ini tentu menjadi permasalahan bagi dunia medis yang kerap membutuhkan stok darah, apalagi demi tetap melakukan aktifitas operasional medis yang semakin hari mengalami lonjakan pasien, baik pasien yang melakukan pengobatan penyakit regular lainnya ataupun pengobatan karena kritis akibat pasien yang terkena/terinfeksi pandemic COVID-19 yang perlu dengan segera untuk ditangani, dan memrlukan stok darah tambahan.

Donor Darah dan Literasi Kesehatan

Selain rasa khawatir karena pandemic COVOD-19, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menjadi pendonor darah tetap karena kurangnya literasi kesehatan yang memadai. Hal ini juga menjadi salah satu kendala dalam menjaring warga masyarakat untuk selalu rutin mendonorkan darahnya. Padahal banyak keuntungan yang dapat dirasakan oleh masyarakat bila rajin mendonorkan arahnya secara rutin.

Menurut penelitian, ada beberapa manfaat dari donor darah secara rutin, beberapa diantaranya adalah:

Ikut andil dalam menyelamatkan nyawa orang lain. Tentu ini adalah tujuan dari donor darah yang utama, yaitu ikut andil dalam menyelamatkan nyawa dan kehidupan sesama manusia. Darah yang telah didonorkan dapat bermanfaat jika digunakan bagi orang yang membutuhkannya seperti korban kecelakaan, pengidap penyakit kanker atau kelainan darah, bayi baru lahir dengan kondisi medis tertentu atau orang yang sedang mengalami operasi besar.

Membuat jantung dan pembuluh darah menjadi lebih sehat. Salah satu manfaat yang penting dari donor darah adalah sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah karena kandungan zat besi di dalam darah akan berkurang sehingga mengurangi resiko penyakit jantung. Sebab, jika kandungan zat besi stabil, maka tingkat oksidasi kolesterol akan juga menurun sehingga bermanfaat bagi kesehatan pembuluh darah.

Meningkatkan produksi sel darah merah. Saat kita mendonorkan darah kita, sel darah merah akan berkurang. Sumsum tulang belakang akan segera memproduksi sel arah merah yang baru guna menggantikan sel darah yang hilang. Hal ini akan membuat jumlah sel darah tetap stabil, kondisi sel darah yang stabil dapat membuat kita terbebas dari penyakit darah berbahaya seperti penyakit Hemochromatosis akibat kelebihan zat besi dalam darah.

Membantu menurunkan kadar kolesterol. Jika kita selalu teratur mendonorkan darah, maka akan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol seperti trigliserida dapat turun dengan sendirinya, ini adalah salah satu usaha yang efektif walaupun pola makan dan hidup sehat perlu juga untuk selalu dijaga.

Membantu menjaga diet dan menurunkan berat badan. Dengan donor darah, terbukti secara klinis dapat mengurangi kalori sehingga sangat bermanfaat menjadikan berat badan turun, hal ini dipicu karena setiap kali mendonorkan darah sekitar 450 ml, otomatis membuat 650 kalori berkurang. Walaupun begitu, jangan pernah menjadikan aktifitas donor darah sebagai satu-satunya pembakar kalori, karena pembakar kalori yang paling efektif adalah dengan melakukan olahraga.

Membuat bahagia dan membantu menghilangkan stres. Dengan mendonorkan darah akan sangat bermanfaat dalam menolong orang lain, tentu akan membuat kita merasa bermanfaat secara psikologis. Sehingga akan menimbulkan rasa bahagia karena masih bisa berbagi dengan sesama dan ini juga membantu dalam meredakan atau menghilangkan stres secara bersamaan.

Bermanfaat bagi kesehatan organ hati. Dengan rutin mendonorkan darah, kita akan dapat merasakan organ hati kita semakin sehat, karena kandungan zat besi dalam hati akan menjadi stabil dan dapat meminimalisir resiko penyakit hati seperti Hepatitis C yang disebabkan oleh kelebihan zat besi dalam tubuh.

Dapat membantu mendeteksi penyakit dan mengecek kesehatan diri secara dini. Sebelum melakukan donor darah, biasaya calon pendonor akan di cek terlebih dahulu, apakah memiliki darah atau kondisi tubuh yang sehat atau tidak. Hal ini secara tak langsung akan dapat mendeteksi penyakit yang berhubungan dengan darah seperti Hepatitis, Demam Berdarah, bahkan HIV AIDS. Selain itu,pendonor juga akan menerima pemeriksaan kesehatan secara gratis seperti pemeriksaan berat badan, tekanan darah, suhu serta mengetahui persentase HB (Hemoglobin) dalam darah.

Membantu mengurangi resiko penyakit Kanker. Orang yang rutin donor darah akan dapat meminimalisir resiko penyakit kanker, karena dengan memiliki kandungan zat besi yang stabil dalam darah karena rutin didonorkan akan bisa menangkal radikal bebas yang merupakan penyebab utama timbulnya berbagai penyakit kanker.

Membantu memperpanjang usia. Rutin melakukan donor darah sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Ada penelitian yang mengatakan bahwa berbuat baik dapat membuat kita hidup lebih lama. Umur orang yang suka menolong dan tidak mementingkan diri sendiri diprediksi dapat bertambah hingga empat tahun.

Sebelum melakukan donor darah, pastikan pendonor telah memenuhi kriteria sebagai pendonor yang sehat. Persyaratan yang mesti dipenuhi meliputi usia antara 18-65 tahun dan berat badan setiaknya tidak kurang dari 45 kilogram. Orang yang mendonorkan darah juga tidak boleh mengkonsumsi obat dalam beberapa hari terakhir serta tidak melakukan tato dalam enam bulan terakhir dan tidak dalam keadaan haid/nifas.

Akhir kata, mari kita donor darah, tentunya dengan mematuhi prosedur kesehatan yang berlaku dan lakukan di pusat donor darah seperti di PMI terdekat. Semoga peringatan HDDS ini dapat terus menyebarkan nilai-nilai kemanusian, penghargaan, empati dan kebaikan bagi pendonor dan setiap individu. Dengan semangat menyelamatkan jiwa sesama merupakan langkah positif dan motivasi untuk terus memberikan darahnya secara rutin. Salam Literasi

Penulis: Rina Devina (Pustakawan pada Kanwil Kemenkumham Sumut)
×
Berita Terbaru Update