Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Covid Akankah Berlalu?

Selasa, 29 September 2020 | 07:33 WIB Last Updated 2020-09-28T23:33:21Z
Ai Hamzah
LorongKa.com - Berita Covid-19 makin mencuat dimedia. Semua memberitakan kondisi terkini mengenai perkembangan covid-19 yang semakin hari semakin tidak terbendung. Penderita covid-19 pun semakin melonjak tinggi, tingkat kematian akibat covid pun tidak kalah naiknya. Menurut data satgas covid 19 Positif 248.852, Sembuh 180.797, Meninggal 9.677 (Update Terakhir: 21-09-2020).

Angka kematian yang melonjak tinggi mengakibatkan tim garda yang dibelakangpun kewalahan. Menurut Anies Baswedan (gubernur DKI Jakarta) mengatakan melihat gundukan tanah yang belum memadat. Kemarin, setidaknya petugas pemakaman harus menguburkan sekitar 45 jenazah korban virus corona. (CNBC Indonesia
NEWS 20 September 2020 11:10)

Cluster-cluter covid-19 kembali bermunculan sehingga memperparah bertambahnya korban covid-19. Alih-alih new normal masyarakat malah kebablasan seakan-akan tidak terjadi wabah dinegeri ini. Akhirnya new normal menjadi titik awal new darurat covid-19 dinegeri ini.

Pemandangan di mall, pasar, tempat rekreasi, perkantoran dan sarana-sarana umum mulai ramai kembali. Meskipun dianjurkan untuk protokol kesehatan tetapi tetap tidak menjamin untuk mencegah penyebaran covid disaat new normal. Jadi untuk kepentingan siapa new normal ini dicanangkan penguasa??

Dengan dalih penguatan bidang ekonomi yang _colaps_ pasca PSBB pertama, maka new normal dianggap sebagai sarana dalam memulihkan ekonomi, tak lama dari itu dibuka kembali perkantoran, transportasi (bandara, stasiun, terminal), tempat hiburan dan rekreasi. Disini kepentingan dan keuntungan pengusaha lebih berharga dibandingkan jiwa seseorang. Akhirnya menambah jumlah korban dan klaster baru yang pada akhirnya memberlakukan kembali PSBB.

Pilkadapun akan segera digelar dalam kondisi darurat covid-19. Dengan dalih pesta demokrasi ini akan dilaksanakan dengan selalu menjaga protokol kesehatan dalam kampanye ataupun dalam pelaksanaannya. Tidak ada yang bisa menjamin, tidak akan ada cluster baru penyebaran covid-19 saat pesta pilkada digelar. Dan entah berapa nominal pula dana yang digelontorkan untuk pilkada ini.

Sementara saat ini masyarakat dalam kondisi terpuruk akibat adanya wabah, terpuruk dalam ekonomi dan terpuruk dalam fisik, dimana dipaksa untuk bertahan dan bersahabat dengan virus yang terus berkembang penyebarannya. Jatuh bangun dalam kondisi yang tidak menentu entah kapan wabah akan berakhir. Akankah wabah ini berlalu kalau kondisinya seperti ini??

Rasulullah SAW bersabda, "Jika kalian berada di suatu tempat (yang terserang wabah), maka janganlah kalian keluar darinya. Apabila kalian mendengar wabah itu di suatu tempat, maka janganlah kalian mendatanginya."

Umar Radhiyallahu salah satu Khulafaur Rasyidin, ketika terjadi wabah maka beliau mengambil untuk bermusyawarah dan meminta pendapat para sahabat dari kalangan Anshar maupun Muhajirin. Beliau melibatkan orang-orang yang dianggap memiliki keahlian karena yang dipanggil adalah para pemukanya. Apalagi, setelah Umar Radhiyallahu mendapat penjelasan dari salah seorang sahabat Nabi yang populer yaitu Abdurrahman bin Auf yang menyampaikan bagaimana petunjuk Nabi Muhammad ketika menghadapi wabah penyakit dan bagaimana menyelesaikan dan memutus mata rantai wabah penyakit itu.

Maka dalam kondisi di tengah merebaknya wabah penyakit ini, Umar bin Khattab ra telah mengambil keputusan yang berbobot. Tujuannya tak lain adalah menyelamatkan lebih banyak kaum Muslimin dan manusia secara umum agar tidak dibinasakan oleh wabah penyakit. Dengan mengambil titah Rosulullah SAW.

Umar Radhiyallahu berkata, "Masalah tidak bisa diselesaikan, kecuali dengan ketegasan tanpa paksaan, dan dibarengi dengan cara lembut tapi tidak disepelekan". Begitulah Umar Radhiyallahu dalam mengatasi wabah, dengan keyakinannya bahwa syariat yang telah dibawa oleh Rosulullah SAW adalah risalah yang membawa kebaikan bagi umat. Karena tidak semata-mata syariat ini diturunkan kecuali untuk Rahmatan Lil Alamiin. Wallau A'laam

Penulis: Ai Hamzah
×
Berita Terbaru Update