-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Belajar Dari Bencana

Selasa, 26 Januari 2021 | 00:13 WIB Last Updated 2021-01-25T16:14:50Z

Al Azizy Revolusi (Editor dan Kontributor Media)

LorongKa.com - Bencana alam yang silih berganti menimpa negeri ini semestinya menjadi pelajaran bagi kita, menjadi momen penyadaran bahwa saatnya aturan-aturan Allah diterapkan secara menyeluruh dalam aspek kehidupan kita sebagaimana dalam Al Quran surat Ar Ruum ayat 41:


"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”


Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan bahwa semua kerusakan yang terjadi di muka bumi, penyebab utamanya adalah perbuatan buruk dan maksiat yang dilakukan manusia itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa perbuatan maksiat adalah inti kerusakan yang sebenarnya. Merupakan sumber utama kerusakan-kerusakan yang tampak di muka bumi.


Para kapitalis dengan modal besarnya mampu menguasai lahan untuk keuntungan mereka tanpa memperhatikan akibatnya. Misalnya, pembangunan perumahan di daerah persawahan dan rawa, pengerukan besar-besaran sumber daya alam (SDA). Utang riba yang meroket dan zina yang semakin merajalela, juga kemaksiatan lainnya. Allah berfirman,


“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. al-A’raaf: 96).


Ayat tersebut menegaskan bahwa akibat ulah para manusia yang mendustakan (menyalahi) syariat Islam, berbagai bencana (siksa) ditimpakan atas manusia. Seharusnya manusia sadar dan kembali ke jalan yang benar, yakni ke jalan Islam, karena tidak ada kebenaran kecuali Islam.


Islam Sebagai Solusi


Harus disadari bahwa syariat Islam adalah khithâb asy-Syâri‘ atau seruan Pembuat Hukum (yaitu Allah) yang menyangkut perbuatan-perbuatan hamba-Nya  (manusia), baik yang menyangkut hubungan manusia dengan Khaliknya, dengan dirinya sendiri, serta dengan manusia lain, termasuk terhadap lingkungan. Singkatnya, syariat Islam itu berisi sekumpulan peraturan, undang-undang, hukum, yang terkait dengan seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak ada satu perkara pun yang lolos dari syariat Islam, karena kesempurnaan syariat ini mengharuskan cakupannya bersifat menyeluruh.


Syariat Islam juga ‘ditawarkan’ kepada umat manusia sebagai penjelas, rahmat, kabar gembira, termasuk solusi bagi seluruh problem manusia. Aturan ini diciptakan oleh Zat Yang tidak memiliki kelemahan dan tidak merusak kehidupan manusia. Oleh karena itu, aturan ini pasti sempurna. Allah SWT berfirman:


"Kami telah menurunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu, petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (QS. an-Nahl: 89).


Dengan demikian, akibat ulah manusia yang tidak mengikuti aturan-aturan (perintah-perintah dan larangan-larangan) Allah SWT dan Rasul-Nya, manusia menerima akibat dari perbuatan-perbuatannya, yakni berupa bencana.


Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari segala bencana yang menimpa negeri ini, bertaubat atas semua kemaksiatan yang pernah dilakukan, lalu kembali menerapkan syariah Islam sebagai solusi atas persoalan kehidupan. Wallahu a'lam bish-shawab.


Penulis: Al Azizy Revolusi (Editor dan Kontributor Media)

×
Berita Terbaru Update