Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Ibu Tega Bunuh Anaknya, Salah Siapa?

Kamis, 11 Februari 2021 | 13:57 WIB Last Updated 2021-02-11T05:57:02Z

Detaviani (Guru PAUD)

LorongKa.com -
Peristiwa yang memiriskan hati terjadi lagi di negeri kita Indonesia. Seorang ibu di Nias Utara tega membunuh ketiga anak kandungnya. YL (5), SL (4), DL (2) dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri ketika sang ayah sedang mencoblos ke TPS. Setelah membunuh wanita tersebut mencoba beberapa kali percobaan bunuh diri namun berhasil digagalkan oleh suaminya. 


Menurut keterangan Humas Polres Nias, Aiptu Yadsen Hulu, ketiga korban dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka gorok pada leher. Sementara sang ibu tidur di samping ketiga korban tewas dengan kondisi tangan masih memegang parang. Tapi naas setelah kejadian itu sang ibu tidak mau makan dan minum hingga muntah-muntah dan akhirnya di rujuk ke Rumah Sakit. Dan akhirnya meninggal tak lama setelah beberapa hari mendapatkan perawatan. Motif pembunuhan tersebut dikarenakan sang ibu stres karena himpitan ekonomi yang melanda keluarganya.


Kemiskinan memang sering kali di tuduh sebagai penyebab yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa kriminal. Padahal sebenarnya kemiskinan hanyalah dampak dari diterapkannya sistem yang salah saat ini. Sistem yang gagal mengelola kekayaan alam yang ada. Karena limpahan kekayaan alam yang dimiliki oleh negeri ini tidak dikelola dengan benar oleh negara dan terlalu banyak campur tangan asing yang ikut mengelolanya. Sehingga tidak menjadi sumber pendapatan yang akan menjadi modal untuk menyejahterakan rakyatnya. 


Dalam mengungkap akar masalah yang ada saat ini, kemiskinan hanya menjadi kambing hitam. Sebenarnya yang layak dijadikan tertuduh adalah sistem kehidupan yang telah melahirkan banyaknya keluarga miskin. Aturan yang diterapkan lebih berpihak kepada pemilik modal. Merekalah yang mendapat untung dari kekayaan negeri ini. Sementara rakyat tetap berada dalam kondisi himpitan kesulitan. Nasib ibu dan anak dalam sistem demokrasi kapitalis sungguh mengenaskan. Dia tidak memiliki kesempatan untuk menikmati perannya dengan baik. 


Mereka menjalaninya dengan berat dan penuh keterpaksaan. Jadilah fungsi istri dan ibu sebagai beban yang menyesakkan. Mereka berupaya untuk melepaskan beban ini dengan berbagai cara. Bahkan kematian dianggap solusi yang dipilh untuk menghentikan penderitaan. Hal ini karena mereka jauh dari nilai-nilai agama sebagai fondasi dan standar ketika berpikir dan berbuat. Sekularisme telah menghilangkan hubungannya dengan Sang Pencipta, berupa ketaatan terhadap aturan-Nya yang diturunkan dalam ajaran agama.


Keadaan akan berbeda jika kita hidup dalam sistem islam. Kebutuhan dasar merupakan masalah asasi yang wajib dipenuhi. Karenanya, islam mewajibkan negara menyediakan lapangan kerja yang layak agar para kepala keluarga mampu menafkahi keluarganya. Tidak akan ada anak yang harus dibunuh karena ibunya yang tak sanggup menahan beban ekonomi. 


Para ibu dapat fokus menjalankan fungsinya sebagai pengasuh, penjaga, dan pendidik anak. Selain itu, kaum ibu tidak akan dibebani tanggung jawab nafkah. Anak-anak akan tumbuh serta berkembang dalam keamanan dan kenyamanan. Sebab negara diatur berdasarkan aturan islam. 


Oleh karenanya, negara saat ini wajib bertanggung jawab menghilangkan penyebab utamanya, yaitu akibat penerapan ekonomi kapitalis, negara harus mengakhiri derita ibu dan anak yang disebabkan oleh kerakusan orang-orang yang duduk di kursi kekuasaan, hingga lupa untuk mengurusi rakyatnya sendiri. Sistem islam tersebut hanya akan dapat diterapkan dalam sistem pemerintahan yang harus diupayakan kehadirannya oleh seluruh umat muslimin.


Penulis: Detaviani (Guru PAUD).

×
Berita Terbaru Update