Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Di Seberang Jalan Raya

Selasa, 15 Juni 2021 | 11:49 WIB Last Updated 2021-06-15T03:49:29Z


Di Seberang Jalan

Saleh


Aku tulis sajak ini di bulan Juni

Tentang Terangnya kekuasaan sistem yang di sebut kapitalisme.


Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan raya

Bangkai tikus, kucing, anjing, bahkan manusia

Amarah merajalela tanpa alamat

Kelakuan muncul dari sampah kehidupan.


Pikiran kusut membentur simpul-simpul sejarah

Menerawang jauh pada langkah kaki para pejalan

Yang mata dan telinga di tuding oleh asap dan riuh suara-suara mesin

Lalu lalang melintasi jalan raya itu

Degan suara klakson melengking ingin menambah wibawa

Penyebrang, menyebrang dengan langkah kaki yang patah-patah.


Bunga revolusi, Sudah tersamarkan oleh kabut pekat yang meniti lorong-lorong kehidupan

Dekapan waktu tak lagi meninggalkan kenangan

Diantara panjangnya malam dan indahnya rembulan yang berhiaskan bintang-bintang

Pagi yang damai dengan sejuknya mentari pagi

Seperti petani merindu pada musim panen. 


Mereka Terkapar, menyaksikan Tanah dan Air

Terkotakkan oleh keangkuhan dan keserakahan

Kembali tumbuh dan megakar kedalam jiwa

Nurani seakan dibakar bara api kematian

Sedangkan cinta kasih entah di dunia mana? 


Belum bisa aku temukan! 

Perihal jarak terseret dalam arus waktu

Bulan yang nampak di  sepotong jendela

Melambaikan beribu Tanda tanya pada setiap peristiwa


Malam sepi tanpa dongeng pengantar tidur

Hanya halusinasi memberi harapan dan mimpi

Sebelum kematian ku, biarkan Kutuliskan di sini

Beberapa dongeng tentang perjalanan dan waktu

Di dalamnya ada aku dan kamu, kalian dan mereka

Berpayung cinta kasih yang kian absurd dalam dunia fatamorgana

Mengejar bayang-bayang syurga di antara deretan anak semua bangsa yang hilang dalam efek rumah kaca.

×
Berita Terbaru Update