Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Keabadian Tuhan & Perasaan Manusia yang Terbatas

Senin, 29 November 2021 | 23:04 WIB Last Updated 2021-11-29T15:51:15Z

Penulis

PUISI, Lorongka.com- 
Jauh berlarian ke dalam malam, gelap gulita. Fantasi setiap manusia kian membingungkan, muncul pertanyaan dan kerap menjerumus pada perdebatan.


Jiwa-jiwa yang kesepian selalu takut akan keheningan. Perasaan terombang-ambing, gejolak penyiksaan tak hentinya menikam sukma.


Kini bibirku sudah mulai menghitam, asap tembakau dengan bebasnya melayang, beberapa kali terhembus menelantang pada tembok kenangan. Namun, udara hadir menyapu bersih.


Aku ingin semuanya abadi, seperti pahit manisnya kopi dalam setiap tegukan masuk perlahan melewati tenggorokan yang kering sebab rindu.


Pada tembakau yang telah meninggalkan abu, pada kopi berusaha meninggalkan ampas, mereka telah bekerja sama. Sama-sama meninggalkan jejak dalam kenikmatan.


Waktu kian berlalu, sepucuk harapan telah terpatahkan dari pelukan kenyataan. Kini, dalam sandaran kesedihan telah kujadikan sebagai ruang pengaduan.


Terlintas dalam angan-angan, terdengar dari dalam kamar, dulunya kita pernah menunggangi kalimat yang disebut kepercayaan sebelum masuk pada pengakuan dan beratnya perpisahan.


Ada kalanya, semua memang perlu untuk kusabdakan. Tentang keabadian yang sesungguhnya hanya milik Tuhan dan tentang rasa yang tentunya masih berpihak pada kesedihan juga selalu terjebak pada keterbatasan.


Penulis: Syahir


×
Berita Terbaru Update