Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Upaya Pencegahan Ekstrimisme Dikalangan Mahasiswa

Kamis, 02 Desember 2021 | 20:07 WIB Last Updated 2021-12-02T12:07:01Z
Hoerul Anam

LorongKa.com -
Ekstrimisme yaitu merupakan suatu paham atau keyakinan yang sangat kuat terhadap sudut pandang yang telah melampaui batas kewajaran dan bertentangan dengan hukum. Ekstrimisme sendiri biasa juga diartikan dengan doktrin politik atau agama untuk mewujudkan suatu tujuan dengan berbagai cara, contohnya dengan mengadakan gerakan-gerakan yang fanatik dan anarkis.

Di kalangan pemuda terutama mahasiswa, kerap terjadi ekstrimisme diantara mahasiswa, khususnya pada politik mahasiswa. Adanya perbedaan pendapat antara mahasiswa membuat mereka saling menyalahkan satu sama lain baik dalam berpendapat dan pemahaman.

Contoh spesifik dari ekstrimisme di kalangan mahasiswa biasanya berupa tindakan radikal.Penyebaran ajaran dan paham radikal itu sendiri biasanya dikemas dalam bentuk pengajian dan forum grup diskusi yang didalamnya diselipkan paham paham radikal yang menyesatkan mahasiswa.

Indonesia telah menjadi sarang bagi ekstremisme dan radikalisasi. Kerap kali radikalisasi dilakukan melalui media sosial, mengingat Indonesia adalah negara pasar media sosial yang sangat besar, di mana penduduknya sangat ‘melek’ media sosial. Melalui aplikasi perpesanan telegram misalnya, para pelaku ekstremisme dan terorisme kerap membagikan instruksi dan bahkan melakukan rekrutmen.

Peran pejuang asing juga tidak bisa diabaikan, di mana banyak di antara para pejuang Indonesia yang telah berjuang di Suriah dan Irak, kembali ke Indonesia dan menyebarkan ilmu radikal mereka. Tak ayal, serangan terorisme kerap kali terjadi, namun sering pula pihak berwenang Indonesia berhasil menggagalkan rencana tersebut.

Kembalinya para pejuang ini ke Indonesia menimbulkan ancaman tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kawasan di sekitarnya. Masalah ini sebagian terkait dengan hukum imigrasi Indonesia yang relatif longgar, yang memungkinkan warga negara Indonesia untuk bepergian secara bebas, masuk dan keluar dari zona konflik.

Upaya pencegahan mahasiswa terhadap ekstrimisme ini tentu sangat berperan penting bagaimana indonesia kedepannya menghadapi ekstrimisme yang datang dari berbagai cara.
  1. Memperbanyak wawasan mengenai ekstrimisme dan dampaknya
  2. Melemahkan ideologi radikal yang mereka coba sebarkan dengan membuat ideologi tandingan yang bersifat moderat.
  3. Menetralisir orang orang di lingkungan sekitar khususnya mahasiswa yang berpotensi melakukan perekrutan untuk mengikuti gerakan gerakan ekstrimisme dan radikalisme

Penulis: Hoerul Anam (Mahasiswa UIN WALISONGO Semarang)
×
Berita Terbaru Update