Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Rintik Hujan

Jumat, 24 Juni 2022 | 18:57 WIB Last Updated 2022-06-24T11:09:31Z


PUISI, Lorongka.com--- Rintik di hujan yang gerimis, perlahan membasahi tubuh yang kaku di ruas jalan yang berlubang genangan menjelma serupa kamu mendadak datang menggoda akal sehatku dengan lihai bertingkah, seolah menari memanjakan mata, seperti berlari berkejaran manja dengan hujan.


Aku pernah dan hendak pasrah pada suatu keadaan, kemudian bangkit dari tidur dan jatuhku yang patah. Datangmu mengembalikan gairah hidupku setelah raga ini hampir kehilangan jiwa dari beberapa banyak patah yang aku lalui.


Di sore itu, hujan yang tadinya sekedar rintik menjadi deras, kopi yang baru sekitar 15 menit aku seduh dengan kehangatan, lalu kuhidangkan teruntuk diri sendiri di teras kontrakan yang sunyi. 

Tiba-tiba kopiku melepas hangatnya sebelum aku seruput, mungkin aku telat menyambut hangatnya lantaran asik memandangi hujan yang seolah menari di pelupuk mata.


Aku yang pendosa, mencoba beriming-iming seberapa banyak dosa telah aku perbuat. Lalu kemudian dengan datangmu aku kembali menjadi seperti manusia kerasukan, menggila di sela taubatmu.


Aneh rasanya, kamu ternyata banyak menyembunyikan rasa takut terhadapku. Mengapa tidak kau pergi sebelum tak kubiarkan kau beranjak, sebab aku sedang telanjang berlumuran dosa.


Hujan makin deras, senja mulai bermunculan, kopiku semakin dingin, dan kamu masih terdiam dalam seribu bahasamu.


Aku salut padamu, telah berminat datang di hidupku yang pendosa ini. Kau terus berusaha kekar meskipun rapuh, berusaha menghapus namun tak mampu mengingkari perihal rasa yang telah terlanjur.


Kamu memang padan menyembunyikan banyak rasa takut bahkan luka meskipun aksara berduka kau tuai dalam bingkisan senyuman yang terlihat hangat.


Penulis Andi Rusdi

×
Berita Terbaru Update