Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

HIV AIDS Makin Menjamur di Sistem Kufur

Minggu, 11 September 2022 | 17:47 WIB Last Updated 2022-09-11T09:48:00Z

Wijiati Lestari

LorongKa.com - 
Tidak ada satupun manusia yang mau menjadi ODHA (Orang dengan HIV AIDS). Namun, kenyataan semakin hari penderita  HIV/AIDS semakin menjamur. Bahkan sudah masuk wilayah terdalam kota Klaten.


75 kasus HIV/AIDS telah diidentifikasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten. KPA Klaten berharap seluruh elemen masyarakat di Klaten proaktif terlibat dalam penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS.


Dan lagi-lagi tindakan untuk menanggulangi dan mencegah AIDS HIV/AIDS serta penyakit menular seksual (PMS) tidak menyentuh akar persoalan. Sekretaris KPA Klaten, Ronny Roekmito mengambil tindakan dengan melibatkan pihak perhotelan di wilayah Klaten untuk mengedukasi pengguna jasa hotel tentang bahaya HIV/AIDS. Cara yang dilakukan pihak hotel adalah menempel pamflet di kamar-kamar tentang hal tersebut supaya bisa dibaca pengunjung dan tidak mengganggu privasi mereka (Solopos.com 26/8/2022).


Seberapa efektif pamflet? Kita perlu melihat bagaimana bahaya merokok sudah terpampang begitu mengerikan tidak hanya di bungkus rokok, tetapi juga bertebaran di baliho-baliho pinggir jalan, pamflet-pamflet di tempat umum. Hasilnya kita tahu sendiri penikmat rokok justru semakin tidak terbendung.


Begitu pula hasil yang akan diperoleh jika pihak perhotelan hanya memasang pamflet bahaya HIV/AIDS di kamar-kamar hotel. Pengunjung masih bisa menikmati seks bebas sebagai jalan utama virus HIV/AIDS tersebar. 


Tidak heran sebenarnya kenapa langkah yang diambil penguasa hanya sebatas itu. Padahal jika mau mereka bisa melakukan lebih. Sesuai ideologi kapitalisme yang dianut negeri ini, pemilik modal atau uang akan tetap dilindungi untuk melakukan kegiatannya meski itu menularkan keburukan. Seks bebas sebagai jalan tol penyakit menular dan HIV/AIDS sebagai contohnya.


Hasilnya HIV/AIDS tetap menjamur karena ideologi kapitalisme, ideologi orang kufur karena tidak berasal dari sesembahan manusia tetap dilanggengkan. Padahal syariat Islam punya aturan sempurna tentang hal ini.


Dalam syariat Islam kegiatan seks hanya boleh dilakukan oleh pasangan halal yang sudah sah menikah. Bagi mereka yang melanggar akan ada sanksi tegas yang telah ditetapkan syariat Islam. 


Seperti tertulis dalam Al-Quran surat An-nur ayat 2: "Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman." 


Dengan aturan tegas ini seseorang akan berpikir berulang kali untuk melakukan zina. Sayangnya ayat ini tidak bisa dilaksanakan untuk saat ini. Karena sistem kufur lah yang sekarang menjadi pilihan untuk mengatur kehidupan. Ayat-ayat Al-Quran dan hadits Nabi Muhammad saw hanya diambil sebagian untuk mengatur ibadah mahdoh saja. 


Selain menetapkan sanksi tegas bagi pezina atau pelaku seks bebas. Islam juga melakukan tindakan preventif supaya manusia tidak terdorong untuk berzina. Salah satunya adalah larangan mendekati zina. Dalam Al-Quran larangan ini sangat jelas tertulis di surat Al-Isra' ayat 32: "Dan janganlah kamu mendekati zina. Karena sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."


Penguasa yang menerapkan syariat Islam secara kaffah yang disebut Khalifah akan benar-benar merealisasikan hal ini. Khalifah tidak akan pernah memberi izin adegan-adegan yang bisa merangsang perzinahan muncul di media sosial manapun. 


Kewajiban bagi perempuan untuk menutup aurat seperti diperintahkan dalam Al-quran surat Al-Ahzab ayat 59 dan surat An-nur ayat 31 dan perintah bagi laki-laki untuk menundukkan pandangan di surat An-nur ayat 30-31 juga akan dilaksanakan secara apik oleh individu-individu bertaqwa sebagai rakyat Daulah Khilafah. Karena sedari dini mereka sudah dibekali ilmu dasar tentang syariat Islam.


Dengan aturan yang jelas dan terperinci seperti ini adalah wujud nyata membasmi HIV/AIDS. Harusnya kita dengan senang hati mengambil aturan dari Allah swt pencipta alam raya yang terbukti mensejahterakan umat manusia lebih dari 1300 tahun. Bukan mengambil dan mencintai sistem kufur yang jelas-jelas menimbulkan kerusakan. Wallahu a'lam bishawab.


Penulis: Wijiati Lestari (Penulis Buku "Jejak Cinta dari Jawa")

×
Berita Terbaru Update