Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Tentang Rasa & Perdebatan

Jumat, 14 Juli 2023 | 17:24 WIB Last Updated 2023-07-14T09:48:32Z


OPINI, Lorongka.com— P
erjuangan yang tak bermakna di saat perdebatan yang sudah muncul jauh sebelum peradaban manusia lahir yang dimulai perdebatan antara setan dan Tuhan "Setan yang disuruh sujud kepada adam namun menolak" dilanjutkan perdebatan lainya.


Sehingga perdebatan tak lepas sampai sekarang yang mencari tentang kebenaran, padahal ketika kita telaah lebih dalam bahwa semua yang diperdebatkan adalah hal yang benar dari masing masing individu yang dicari hanyalah kepuasan sendiri bahwah dialah pemenang dari perdebatan dan mengakibatkan rasa keangkuhan.


kembali ke dunia yang banyak tanda tanya sehingga perdebatan yang tak ada hentinya setelah semua selesai aku berpikir kamu lebih bahagia tanpa aku, dan benar adanya kamu sudah bahagia.


Di saat aku tahu kau telah menemukan rumah ternyamanmu yang bisa kamu tempati berteduh dan bercerita tetang kamu dan aku semakin yakin kamu telah menemukan kebahagiaan.


Perdebatan antara kita tak ada lagi di pembahasan panjang, yang menceritakan nama anak pertama dan tiga dia menikah sampai anak kita dewasa itu tidak adalagi di skenario hidupku.


Di saat aku benar-benar paham bahwa aku bukanlah orang yang benar-benar kamu inginkan, aku mulai belajar ikhlas dan tidak mengikuti egoku, yang ingin berjalan hingga kaki ini letih dan semakin jauh mengejar fatamorgana yang hanyalah kebohongan.


Selain itu aku tak ingin menghancurkan kebahagiaanmu, silahkan melangkah lebih jauh lagi hinga bayanganmu tak dapat aku lihat lagi.


Selamat memulai halaman baru di buku kosong yang putih yang akan kamu tuliskan tinta ceritamu.


Mulailah perdebatan baru dengan sosok yang kau anggap rumah, sebab banyak cerita baru yang dapat kau masukan dalam rumah itu agar kamu merasa nyaman.


Maaf kalau kamu dulunya bertemu dengan aku yang seberengsek ini. Semoga ke depannya jauh lebih bahagia dari sebelumnya.


Aku hanya kurang beruntung memilikimu dan memenuhi keinginanmu, jika senja masih bersinar lagi dan mempertemukan kita, percayalah aku telah melewati badai di gurun untuk bisa  melupakan mu.


Penulis: Irsan Supardi

×
Berita Terbaru Update