June 2018 | LORONG KATA
Tweet Share Share Share Share Share

Terdiam kaku sang penari Pena
(Hariani)

Ada saatnya seorang memiliki titik terendah dalam hidupnya....

Titik dimana ia merasa tak ada satu orangpun di dunia ini yang ia percaya.....

Titik dimana hati dan pikirannya bergelut menjadi konflik yang tak terelakkan......

Titik dimana ia merasa tak pantas untuk hidup....

Titik dimana ketika ia ingin bangkit dan mencipta karya namun malah menerima penolakan dan cacian dari semua orang.....

Titik dimana sinar tuhan seakan tertutup dan tak ada lagi untuknya.....

Adakah cara untuk bangkit?
Tentu saja!

Banyak cara-cara yang diberikan tuhan untuk bangkit dari segala keterpurukan dan kembali padanya.....

Jika diizinkan kupinta pada seluruh jiwa dan raga mencari cara itu...

Namun, dengan sialnya tak terdapat celah untuk menggapai kembali hangatnya sinar mentari.....

Dan saat ini hanyalah kematian raga, sedang jiwa masih tergelantung penasaran.

Bawa aku pergi, kemana saja, apapun itu ragaku berkhianat
Tweet Share Share Share Share Share

Rindu Yang Masih Sama

Padamu yang jingga
Di hamparan belantara
Mengurai rindu yang terpenjara
Perihal kamu yang jauh di mata

Setumpuk doa kurapalkan
Berharap bisa tersampaikan
Untukmu yang kurindukan
Agar harapan tak sekedar angan

Senja telah tiba di beranda
Walau hanya sementara
Namun rasa tak pernah sirna
Hingga temu kita nikmati bersama

Untukmu yang kurindu
Tak perlu risau dengan pikirmu
Walau rindu mengusik batinmu
Percayalah rindu pasti bertemu

Di tempat ini...
Aku masih menjaga rasa
Dan aku berharap kau pun juga
Hingga kelak kita kan bersama

Percayalah...
Hatiku telah memilihmu
Rindu pun telah memikatku
Dalam doa kita bertemu
Agar kelak menjadi satu.
Tweet Share Share Share Share Share

Antara Senja, Luka Dan Kegelapan

Dikala petang datang menyapa
Sepasang mata tertuju cakrawala
Hamparan panorama indah
Bertabur jingga di angkasa

Keindahan tiada tara
Terlukis jelas di depan mata
Dia adalah senja
Yang ditunggu kedatangannya

Senja
Begitu sederhana
Namun terlihat mempesona
Dengan warna jingga
Yang bertabur di angkasa

Senja
Begitu sempurna
Menyapa manusia dengan sinarnya
Yang terurai dengan nyata

Sayang, kau hanyalah senja
Yang datang dengan keindahan
Namun tak mampu tuk bertahan
Lalu pergi meninggalkan luka dan kegelapan.
Tweet Share Share Share Share Share

Rindu Yang Tak Berkesudahan
(Dikha)

Saat ini, malam merangkak tanpa bintang
Hanya mendung bersenandung sunyi
Ketika angin berhembus berbisik perihal hati
Yang terkoyak oleh rindu dan sepi.

Kemana kamu selama ini
Aku terperangkap diruang khayalan
Membayangkan sosok yang kurindukan
Jangan biarkan aku larut dalam penantian.

Malam semakin sunyi
Sosokmu terus membayangi
Kuterka rindu yang terus menghantui
Kau, si pemilik senyum polos bak bidadari.

Si pencuri rindu
Membuat lidahku semakin kaku
Apa yang terjadi padaku ?
Hingga kuberani berucap, Aku mengagumimu.

Pada hening malam
Meski tanpa bintang
Kutatap rembulan
Sembari kulangitkan harapan.

Kupasrahkan pada pemilik kehidupan
Tentang kerinduan yang tak berkesudahan
Walau berkali-kali kusemogakan
Bersamamu hingga maut memisahkan.
Tweet Share Share Share Share Share

Tidak Perlu Menjadi Pendosa
(Andika Putra)

Untukmu para wanita
Calon bidadari surga
Berparas indah di pandang mata

Kau begitu cantik jika menutup aurat
Tak sesak karena kaus ketat
Atau celana ketat perlihatkan pantat

Tak perlu mengundang lelaki tuk maksiat
Agar digoda lelaki berotak bejat
Karena tak kunjung menutup aurat

Kau lebih indah jika berhijab
Berpenampilan lebih beradab
Agar kau tak kena azab

Bersoleklah untuk suami
Bukan untuk semua lelaki
Agar lebih dicinta Ilahi

Wahai kaum Hawa
Mulia lah karena takwa
Agar kelak jadi bidadari surga

Tak perlu mengumpulkan dosa
Hanya karena gaya
Aurat dibiarkan terbuka
Lalu kelak masuk neraka.
Tweet Share Share Share Share Share

Demokrasi Dan Sebuah Ambisi
(Dikha)

Semarak demokrasi negeri ini
Dinanti para petinggi
Susun sebuah strategi
Demi sebuah kursi
Kawan jadi lawan demi sebuah ambisi

Janji perubahan
Janji kemasyarakatan
Membela kemaslahatan
Lalu berakhir kekecewaan
Karena itu hanya sebuah ucapan
Tanpa perbuatan.

Yang kaya di dewakan
Yang miskin dilupakan
Semua demi jabatan
Bukan untuk perubahan
Tapi hanya untuk kekuasaan.

Serangan fajar jadi senjata
Janji-janji diumbar tiada tara
Memikat semua pasang mata
Agar menang menjadi penguasa.

Itu semua demi pribadimu
Demi golonganmu
Demi warna benderamu
Dan demi partaimu.

Rakyat kini dicampakkan
Yang hidup dipinggir jalan
Perut selalu keroncongan
Karena harapan tak pernah terwujudkan.

Lupakah kau dengan dosa
Sebab keserakahan akan membawa petaka
Dunia hanya sementara
Lalu kenapa kau senang memetik dosa.
Tweet Share Share Share Share Share

Kau Milik Dia Dan Aku Masih Sendiri
(Dikha)

Tahukah kamu hal yang paling menyiksa ?
Adalah rindu yang tak kunjung kesampaian
Rasanya ingin mencari beribu cara
Untuk tetap bisa melarungkan rindu.

Rindu membuatku menjadi bangsat
Membunuh ketidakpastian
Agar rindu tak hanya sekedar ilusi.

Rindu pun membuatku menjadi pecundang
Yang tak berdaya dikala sepi
Meronta menantang kesunyian
Meski terbunuh ketidakwarasan jiwa.

Yah... itu adalah rindu
Yang senang menyerang
Merasuk, merobek dan menusuk kejiwaku

Aku takut pada wujud rindu
Sebab pertemuan
Tak mampu kuwujudkan lagi
Kau milik dia sementara aku masih sendiri.
Tweet Share Share Share Share Share

Demokrasi Tanpa Intimidasi
(Dikha)

Besok adalah hari berpesta demokrasi
Semua rakyat ikut berpartisipasi
Menjadi pemilih cerdas tanpa intimidasi
Memberi suara sesuai hati nurani.

Karena golput bukan hal yang istimewa
Coblos saja dengan saksama
Dibagian dada
Dengan paku runcing yang menyala

Besok adalah hari berpilkada
Damai tanpa perselisihan karena suara
Dengan pasangan kita
Walau berbeda
Kau memilih dia
Dan aku memilih yang lainnya
Karena tujuan yang sama
Tersenyumlah dan saling sapa.

Jangan dengarkan janji-janji
Gunakan gelombang hati nurani
Jangan jual harga diri
Dengan uang robek yang sudah basi
Karena yang diinginkan negeri ini
Bukan janji tapi bukti.
Tweet Share Share Share Share Share

Pilkada Milik Siapa ?
(Andika Putra)

Kampanye sudah mulai panas
Bahkan sebelum calon itu didaftarkan
Menuju kursi penguasa
Lewat pesta demokrasi pilkada.

Membuat rakyat terperangah
Lewat janji-janji pilkada
Walau itu hanya guyonan
Lalu kelak mereka dilupakan.

Katanya, kepentingan rakyat yang utama
Faktanya, mereka dibutuhkan saat pemilihan saja
Karena suara adalah hal yang utama
Untuk bisa menjadi penguasa.

Mereka mengumbar kerja dan kerja
Walau hanya omongan saja
Lalu mereka dilupakan nantinya
Karena rakyat bukan lagi yang utama.

Pilkada milik siapa ?
Untuk rakyat atau pejabat ?
Ataukah untuk partainya saja ?

Dimana kepentingan rakyat ?
Apa masih ada yang membela ?
Ataukah sudah lupa siapa yang memilihnya ?

Jujur saja,
Kami bosan dengan janji-janji belaka
Yang diumbar lewat kampanye pilkada
Hanya untuk mendulang suara
Agar dapat kursi penguasa.
Tweet Share Share Share Share Share

LORONG KATA --- Kita dididik untuk memihak yang mana??
Kampus sebagai laboratorium pendidikan memiliki tugas mencetak generasi-generasi penerus bangsa dimasa depan bila mana tugas tersebut terabaikan maka dimasa yang akan datang bangsa ini terancam dari kehancuran.mengapa demikian,sebab kampus telah gagal menciptakan generasi terbaik untuk dipersembahkan untuk bangsa dan negara.

Matinya gerakan mahasiswa merupakan satu tontonan yang cukup menyedihkan bagi kita semua.Mahasiswa dibayang-bayangi oleh berbagai ancaman-ancaman didalam kampus salah satunya adalah ancaman nilai sebagai senjata ampuh memangkas gerakan mahasiswa maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang sifatnya bertujuan membangun kratifitas dan daya nalar kritis para mahasiswa agar mahasiswa menjadi patuh dan tunduk terhadap kepentingan birokrasi kampus bahkan sebuah status quo.

Lihat juga contoh kasus dibeberapa kampus dimana proses berdemokrasi didalam kampus itu kemudian diacak-acak oleh para birokrat,upaya-upaya tersebut mereka lakukan supaya dapat mengontrol pergerakan mahasiswa baik didalam maupun diluar kampus dan keadaan seperti ini sangatlah tidak memihak kepada mahasiswa dan juga kontra revolusi.

Maafkan aku jika harus melawan karena saya anggap ini adalah praktik ketidak adilan yang muaranya adalah pembodohan terstruktur.bagiku hal ini telah memenuhi syarat untuk kita melakukan pemberontakan.

Penulis: Husnis Mubaraq
Sinjai,08 Juni 2018
Tweet Share Share Share Share Share

Rindu Yang Terjaga
(Sahrul Gunawan)

Merebah dilautan aksara..
Mengiring ilusi dalam sepi.
Kau datang membawa sejuta pesona..

Dijantung malam ada detak detak Rindu..
Bernyanyi serupa simfoni lagu..
Menorehkam harapan
Meski harus terjaga sepanjang jalan.

Kubiarkan hujan yang mengantar..
Lalu kititipkan kepada angin yang menyampaikan.

Ahhh...
angin menolak itu
Padahal ada Rindu yang bergejolak
Untuk kau tau..

Ahhh
Cukup Itu saja
Ada Rindu yang terjaga sempurna
Tweet Share Share Share Share Share

KISAH, Lorong Kata --- Setan ialah makhluk pembangkang yg diciptakan dari api.ia dikutuk oleh Tuhan dikarenakan tidak mau bersujud pada adam ketika Tuhan memerintahkannya.Dia merasa dirinya lebih mulia dari manusia.Adam dari tanah sedangkan dirinya berasal dari api yang lebih mulia.

Saat itulah Tuhan murka padanya,ia pun kemudian diusir. ketika diusir dari surga,setan mengajukan proposal sebelum meninggalkan surga yang selama ini adalah tempatnya.Dan Tuhan pun menerima permintaannya itu dimana setan menerima segala keputusan Tuhan asalkan dia diberi umur panjang untuk menggoda anak cucu adam.

Singkat cerita, Adam yang hidup disurga didampingi oleh Hawa hidup bahagia.Setan yang merasa dirinya diusir dari surga gara-gara kehadiran adam berusaha digodanya dan membujuk manusia itu untuk melanggar larangan dari Tuhan, Adam yang tak kuat dengan godaan setan akhirnya melanggar perintah Tuhannya yaitu memakan buah khuldi. Tuhan pun marah lalu mengusir Adam dari surga dan dilempar ke dunia.

Setalah berada didunia,sekitar ratusan tahun dia baru bertemu Hawa. Sepasang anak manusia itu kemudian menjalani hiari-harinya didunia ini.mungkin saja dari peristiwa ini adalah cara Tuhan mempertemukan aku dengan perempuan yang sangat kukagumi.Adam yang merupakan manusia pertama melahirkan keturunannya sehingga aku dan dia dilahirkan didunia ini lalu dipertemukan.

Dari pertemuan itulah menghadirkan benih-benih asmara. Aku lupa menyampaikan kalau aku kuliah disalah satu perguruan tinggi swasta di kota Sinjai dan kebetulan sekampus dengan perempuan tersebut. Dia menjadi spirit hidupku. Aku yang pernah terjatuh mampu bangkit dengan senyum yang ia tebar dihatiku meski dia sebatas kukagumi.

Sungguh bertemu denganmu adalah hal yang terindah, jika aku kembali diawal cerita ini,aku berpikir setan telah berjasa atas pertemuan kita. sehingga adam & hawa datang untuk menghuni bumi ini dan kita pun bertemu. aku terkagum sama setan dan jatuh cinta padanya . tapi persetan dengannya, pasti setan sedang menghasut pikiranku agar jatuh hati padanya seperti yang pernah dilakukakan sama adam.

Penulis: Husnin Mubaraq
Tweet Share Share Share Share Share

KISAH, Lorong Kata --- Muzdalifah adalah daerah terbuka di antara Mekah dan Mina di Arab Saudi,tempat jamaah haji diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah dari Arafah.

Luasnya sekitar 12,25 km persegi dan Biasanya, setelah melaksanakan Wukuf di Arafah, jamaah haji akan bergerak menuju Muzdalifah pasca terbenamnya matahari atau (magrib).Dikawasan itulah para jamaah haji mengambil batu kerikil sebagai bekal untuk melempar Jumrah.

Diriwayatkan bahwa tempat tersebut dinamakan Muzdalifah karena manusia mendatanginya pada permulaan malam dan ada beberapa riwayat lainnya yang tidak kuceritakan dalam tulisan ini.

Yang paling menarik menurutku tentang Musdalifah adalah sebuah kisah romantis yang pernah aku kudengar, disebutkan bahwa Kawasan Musdalifah pernah menjadi tempat pertemuan sepasang suami-istri yaitu Adam dan Hawa.

Aku cukup tertarik dengan cerita tentang Musdalifah. Jika kelak Tuhan memberiku kekuatan dan rejeki yang melimpah aku akan berkunjung ketempat tersebut agar aku tidak lagi merasa penasaran lagi karena selama ini aku hanya mengetahui tentangnya lewat buku-buku bacaan yang bercertita tentangnya.

Penulis: Husnin Mubaraq
Tweet Share Share Share Share Share

KISAH, Lorong Kata --- Disaat hari pertama mau puasa kalian sibuk dipasar mencari segala persiapan untuk kalian beli lalu disantap lalu menyantapnya diwaktu sahur tiba.adapun daftar belanja yang sering dibeli emmak-emmak pada umumnya menjelang ramadhan misalnya; ayam, ikan, sayuran, sirup, cendol dan masih banyak lagi yang tak bisa kusebutkan satu persatu. aku pun kurang mengerti soal itu karena aku bukan emmak-emmak yang banyak waktu luangnya kepasar.

Kalau soal harga itu masalah enteng yang penting sahurnya bisa pesta makanan begitu pula saat berbuka puasa semua makanan ada dimeja, dari jenis minuman dingin dan panas sampai makanan nabati mau pun vegetarian. wah kerennya,kita bisa pesta pora kawan, mungkin saja hal ini terlah terstigma dipikiran anak-anak kecil sekarang bahwa bulan puasa adalah bulan penuh makanan dan minuman enak bukan lagi bulan penuh berkah..hehehe....ngerinya ini hegemoni kapitalisme,lewat iklan-iklan di TV mendidik kita menjadi manusia konsumtif dan dia membunuh kesadaran berpikir ini.

Dihari-hari pertama pun aku melihat kalian memenuhi mesjid dan memadati saf-saf didalam mesjid dari shalat wajib sampai sunnah kalian khusyu begitu pun ketika mendengarkan ceramah terlihat kalau kalian sedang fokus,seolah-olah telah menyesali perbuatan-perbuatan buruk yang pernah dilakukan.

Akan tetapi pada hari-hari selanjutnya tempat-tempat ibadah semakin sepi dan orang-orang mulai kurang yang datang.dalam hati kecilku bilang kemana mereka ya..mesjid-mesjid yang semakin hari semakin terlihat sunyi begitu pula dengan penceramahnya sudah kurang bersemangat menceritakan surga dan neraka akan tetapi diwaktu yang bersamaan tempat-tempat perbelanjaan penuh dengan orang-orang yang berdatangan, penjual makanan,kue dan minuman juga tidak pernah sepi justru semakin padat. ternyata oh ternyata kalian sibuk berbelanja.

Yang paling kuherankan lagi ketika dimedia sosial, kalian bilang sedang tarwih, doa-doamu kalian tulis begitu panjang mudaha-mudahan saja Tuhan membacanya namun disaat kulewat depan kafe kalian tidak berada dimesjid tapi sedang nongki-nongki disitu pada hal status baru satu menit kalian tulis dimana orang belum balik dari tarwih..hemmmm terciduk, kalian sedang belanja dikafe.

Hebat kan, mesin kapitalisme bekerja cukup sistematik, bagaimana tidak Ramadhan sebagai bulan kemenangan ummat Islam dijadikan lahan untuk melakukan akumulasi modal dengan berbagai cara dilakukan agar kita terpengaruh dengan tawaran-tawan kapitalisme. diakhir-diakhir puasa kalian pun sibuk bicara soal baju baru, kalian bilang akan pergi berbelanja baju baru untuk dipakai dihari lebaran, kalian bilang akan menghabiskan uang dipasar untuk membeli bahan-bahan kue.

Kalian sibuk berbelanja...............
kalian sibuk kepasar
kalian sibuk ditoko-toko baju
saya pun bertanya, apakah ramadhan bicara soal baju baju baru dan bahan-bahan kue dan tidak bicara lagi soal Wahablun minallah dan wahablun minannas.

Disini aku mulai khawatir dengan peradaban ini sebab manusia telah menghambaakan dirinya kepada yang bernama kapitalisme
Penulis: Husnin Mubaraq
Tulisan kecil ini kupersembahkan buat pujaan hatiku "Perempuanku"

Ahad, 03 Juni 2018
Tweet Share Share Share Share Share

Tuhan Jangan Salah Paham
Iwan Mazkrib

Tuhan...
Mohon jangan berdenyut selambat hari tua
Jangan jadikan harapan telat menuai kenyataan

Tuhan...
PintaMu,
Aku jadi tersangka
Aku adalah aktor dari panggung pertunjukanMu
Tapi aku bukan pecundang

Tuhan...
Lihatlah keyakinanku
Kau mungkin tahu
Bahwa cepat atau lambat
Aku berusaha menjadi milikmu

Tuhan...
Kau milikku
Bukan milik keyakinan yang Kau sia-siakan
Mohon jangan bilang lagi, apalagi menjauh.

Tuhan...
Jangan salah paham

Tuhan...
Aku ingin pulang bersamaMu
Membawa puntung puisi
Dari larik yang Kau habiskan malam ini

Tuhan...
Apa Kau yakin dengan keyakinanku?

Tuhan...
Aku ragu dengan hatiMu
Hati yang kau titip di muara jazadku

Tuhan...
Jangan jadi guru dari kebodohanku

Tuhan...
Kau tidak cemburu kan?
Jika aku pergi sebentar saja

Tuhan...
Atau, ikutlah denganku
Agar Kau lihat betapa aku memasung namaMu di hadapan kecurigaanMu
Agar kau dengar teriakanku
Bahwa aku menyebut-nyebut namaMu di telinga keraguanMu

Tuhan...
Pulanglah sejenak,
Esok aku akan meminangMu dengan ikrar di hadapan para penghulu

Tuhan...
Ini do'aku
Tolong sisipkan dalam puisiMu.

Gowa, 2 Juni 2018
Tweet Share Share Share Share Share

KISAH, Lorong Kata --- Kali ini, aku kembali termenung. Sesekali kuteguk kopi hangat yang telah kuseduh sambil kuperhatikan handphone-ku, berharap ada surat romantis yang masuk.

Pikiranku hanya tertuju pada nama yang akhir-akhir ini membuat rindu kembali begejolak. Dia adalah sosok wanita yang tak mau hilang dalam khayal-ku.

Aku sempat berpikir, aku mungkin gila lantaran senyumnya selalu menghantui. Jujur saja aku sedang disiksa oleh rindu dan rasanya aku takut kehilangannya dan merasa tidak ada lagi senyum yang lebih indah daripada itu.

"Bbammmm...." seorang teman tiba-tiba menepuk pundak dan membuatku kaget.

"Kau tau, apa yang lebih indah daripada rindu ?" Dengan percaya diri ia bertanya padaku.

"Tidak ada yang lebih kejam daripada rindu." Jawabku yang membuatnya kebingungan. "Hari ini kau akan bahagia lantaran rindu membuatmu bertemu. Tapi ingat, besok kau akan menderita lantaran rindu membuatmu tak lagi mampu bertemu".

"Kemarilah, duduk di sampingku dan akan kuceritakan betapa rindu itu kejam" tanyaku yang ramah.

Ia pun mendekat lalu duduk di sampingku. Perlahan mulai kuramu kata-kata untuk menjelaskan betapa kejamnya rindu yang membuat siapapun merasakannya menjadi tersiksa dalam kehampaan dan harapan.

Hingga menjelang sore, kuceritakan tentang rindu yang membelenggu jiwa-jiwa labil karena cinta. Dilan pernah berkata pada Milea "rindu itu berat. Kamu tidak akan sanggup, biar aku saja". Namun bagiku, rindu itu kejam lalu kau akan menderita layaknya hidup dalam neraka.

"Triiiingggg....." dering dan getar hp mulai terasa. Berharap itu pesan darinya. Namun rupanya itu adalah suara getar handphone teman yang disampingku. Sehabis membacanya ia lalu bergegas meninggalkanku dengan wajah bahagia.

Memberanikan diri, aku mulai chatting dengannya lantaran rindu membuat pikirku semakin gelisah terhadapnya.

"Hai In...." adalah singkatan dari nama panggilannya. Setelah rindu semakin begejolak, akhirnya pesan itupun mulai terkirim padanya.

"Iya, hy juga Dik" jawaban dari pesan yang kukirim. Membacanya membuatku tersenyum sendiri. Aku senang karena dia menjawabnya dengan kalimat itu, seolah dia juga mengharap pesan dariku.

"Ada yang mencarimu" tanyaku.

"Siapa ?"

"Aku"

"Ada apa kamu mencariku ?" Sambil disertai dengan emoticon senyum.

"Aku rindu pada senyummu" jawabku dengan penuh percaya diri.

"Ah, kamu menggombal lagi"

"Aku ingin bertemu, aku menunggumu di cafe perepatan dekat rumahmu" harapku yang ku sampaikan lewat pesan chatting.

Satu jam telah berlalu, aku semakin cemas namun tetap berharap dan menunggumu datang menghampiri. Dan benar saja kau datang menghampiriku.

"Aku ingin bercerita" tanyaku sambil menatap wajahnya.

Seperti biasanya Ia menjawab "tanyalah".

"Aku menyukaimu tapi aku tidak ingin berpacaran denganmu"

"Kenapa" dengan wajah yang berkaca-kaca.

"Aku takut terjebak dalam rindu yang hanya akan semakin menyiksaku kelak. Aku hanya ingin kau tau bahwa ada rasa yang mengurungku saat ini. Aku ingin kau tetap menjadi sahabatku hingga kelak kau akan ku halal-kan".

Ia menggenggam tanganku sambil berkata "aku akan tetap menjadi sahabatmu hingga nanti kau datang dengan niat menghalalkan aku".

Karena larut malam, Ia pun tersenyum manis padaku lalu berpamitan meninggalkanku di cafe itu, aku menatap punggungnya hingga tidak terlihat lagi. "In semoga kau tetap pada janjimu".

Penulis: AP
Cerpen
Tweet Share Share Share Share Share

KISAH, Lorong Kata --- Husnin Mubaraq adalah nama lengkap yang kumiliki. Aku lahir ditahun 1996, saat itu merupakan tahun bergejolak di republik ini dengan ditandai runtuhnya orde baru. Sebuah kebanggan tersendiri atas kelahiranku didunia ini dengan disambut teriakan dari seluruh Pemuda dan Mahasiswa diseluruh nusantara yang menginginkan kekuasaan dimasa itu harus dilengserkan.

Dalam proses perjalanannya hingga ditahun 1998 penguasa Orde Baru yakni Presiden Soeharto mengumumkan secara terbuka atas pengunduran dirinya dikarenakan situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang tidak bisa lagi dikontrol dan kita memasuki era Reformasi. Era dimana yang kita harapkan adalah sebuah perubahan dibangsa ini namun faktanya sangat jauh dari harapan rakya Indonesia.

Oh iya saya akan kembali kepembahasan awal tentang aku. Kalau masalah kegagahan aku tidak ganteng dan juga tidak jelek, boleh dibilang aku ini berwajah sedang. Aku tidak memiliki cita-cita terlalu tinggi,ada pun hal yang ku impikan selama ini adalah ingin bertemu dengan seseorang yang paling kukagumi.

Dia itu "Perempuanku" dan ia adalah "Permataku yang hilang" (istilah ini kutemukan difilm yang berjudul "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck"). Doa yang selalu ku panjatkan kepada Tuhanku ialah "Jika memang benar Perempuan itu adalah ibu dari anak-anakku kelak,maka tolong kembalikan padaku, dan jika bukan,tolong lindungi dia disetiap senti langkahnya".

Semalam aku sempat bermimpi bertemu kawan lamaku. Kami pun berbincang-bincang banyak saling melepas rindu, entah kenapa dia tiba-tiba bertanya tentang "Perempuan" yang kurahasiakan itu diruang hatiku paling jauh. Aku terpaku didalam mimpi. Pada hal, aku belum mampu memberitahu siapa pun tentang dia sebuah kisah yang tak sampai. Biarlah waktu yang akan menjawabnya dan cukuplah namanya abadi bersama kisahku.

Dan tiba-tiba saja aku terbangun dari suara ngorok senior di organisasiku yang tidur disebelahku. Pada hal aku belum mengeluarkan sapatah kata pada teman yang ada dalam mimpiku itu. Tapi sudahlah itu cuma mimpi kok ditambah diriku juga masih mengantuk dan aku pun kembali melanjutkan tidur.

Tiba-tiba saja terdengar suara yang begitu merdu sepertinya aku mengenal suara itu, dan aku pernah mendengarnya. Tapi dimana?, suara itu begitu akrab dihatiku, aku lupa. Aku kemudian memperhatikan orang yang lagi tidur disebelahku, siapa tahu suaranya, Ternyata bukan, kulihat mulutnya tidak bersuara yang terlihat hanya air liur mengalir dan berjatuhan, dalam hatiku bilang ih rantasana ini orang. Lama-kelamaan terdengar semakin jelas sambil berucap " tidurlah engkau sebab ada rindu yang harus ditidurkan".

Tuhan kalimat itu begitu tajam , membebaskan ingatanku masa lalu yang sengaja kupenjarakan. Katakan padanya bahwa aku menunggu begitu lama, aku tak sanggup menjadi Adam yang menanti Hawa jutaan tahun lamanya.

Penulis: Husnin Mubaraq
Powered by Blogger.