Serdadu Israel Dan Anak-anak Palestina, Puisi Untuk Palestina

Serdadu Israel Dan Anak-anak Palestina
(Andi)

Palestina, hari ini kau berdarah lagi,
Israel kembali mengirim roket-roket bom, yang berisi malaikat pencabut nyawa, ribuan manusia menderita, anak-anak, dewasa maupun yang tua merenggang nyawa.

Tanah dirampas berpindah tuan, rumah-rumah hancur menjadi debu, semuanya tinggal kenangan, mengisahkan luka dan air mata, tentang kebebasan yang kini tak bertuan.

Harapan dihancurkan bulldozer dengan suara gemuruh menderu, serasa badai di padang pasir dan sepasang sepatu serdadu menginjak kepala tuan-tuan yang tak berdosa meninggalkan peluh kepedihan yang berdarah.

Tangan mungil para balita menggenggam debu runtuhan gedung menghalau tentara Zionis Israil di jalur Gaza, berjalan dengan kaki buntung yang telah disayat.

Pernahkah kau melihat kemegahan masjidil Aqsha, megahnya tak seperti dulu, halamannya menggenang air mata, ratusan tubuh terkapar berlumuran darah.

Wahai penguasa, haruskah ada yang mati lagi ? Haruskah ada yang berdarah lagi ? Lihatlah.... yang kecil kehilangan orang tua, yang tua kehilangan si kecil.

Tuan.... bebaskan palestina

Jangan lagi si kecil belasan tahun menghalau senjata tentara Israel hanya timpukan batu, bebaskan mereka, biarkan mereka tertawa, bermain sebagaimna anak kalian bermain, jangan gerek harapan mereka untuk tetap tersenyum.

Apa kabar PBB ? Mengapa pasukanmu tak jua menyelesaikan ini ? Apakah senang dengan darah-darah anak Palestina ?

Lalu ada apa dengan suara-suara palestina ? Mengapa doa mereka tak terjawab ? Masih adakah kekuatan dari doa ? Lalu mengapa harapan mereka tak juga terkabulkan ?