Wanita Emang Makhluk Ajaib Yang Susah Dimengerti

Lorong Kata --- "Wanita emang makhluk yang paling ajaib dan susah ditebak" kira-kira seperti itulah curhatan kaum adam bagi wanitanya.

Sebuah kalimat sederhana yang kiranya mungkin bermaksud menyampaikan bahwa logika laki-laki tidak akan nyampe jika digunakan untuk mengartikan setiap kata dan ekspresi wanita.

Lain halnya dengan wanita yang terkadang menjelma paling pintar menyalahkan laki-laki disaat mereka merasa jenuh, laki-laki adalah sasaran paling empuk "laki-laki sama saja, tidak bisa mengerti perasaan perempuan" loh, loh. Kok gitu.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa memang perempuan memiliki mekanisme pemikiran tersendiri yang kadang-kadang membuat kaum adam kebingungan. Ia seperti memiliki alur pemikiran tersendiri yang lintasannya tidak mampu dilalui oleh kaum adam.

Saat PMS (premenstrual syndrome) misalnya, merupakan hari kebebasan bagi sebagian kaum hawa. Mereka bebas marah-marah dengan alasan sedang PMS dan lagi lagi, kaum adam suka atau tidak harus mereka pahami.

Saya teringat dengan kejadian beberapa minggu yang lalu, sekitar dua minggu. Menyadarkan saya tentang kesederhanaan berpikir laki-laki yang tidak mampu menjangkau logika berpikir kaum hawa.

Saat itu, bersama orang yang saya cintai. Ia sedang kelaparan lalu meminta saya menemaninya mencari tempat makan di seputaran jalan hertasning makassar.

Cukup lama kami berboncengan melintasi jalan tersebut, sekitar dua kali kami bolak balik namun ia tidak juga menunjuk tempat yang ia suka.

"Gimana? Mau makan dimana?" Tanya saya dengan perasaan yang tidak sabar.

"Terserah kamu aja, aku ngikut aja" jawabnya dengan nada pelan.

"Kamu mau makan apa emang?" Tanyaku lagi yang sudah tidak sabar.

"Terserah kamu aja, aku apa aja suka."

Akhirnya saya putuskan untuk berhenti disebuah tempat makan samping perempatan jalan depan mall.

"Kamu mau makan apa? Yok pesan aja," kataku.

"Menunya nggak ada yang saya suka."

"Loh kenapa nggak suka?" Tanyaku yang mulai kebingungan.

"Nggak suka aja, semuanya berminyak dan pedas," jawabnya.

Saya diam sejenak. Berusaha mengingat kembali ucapannya "terserah kamu aja, aku ngikut aja."

"Apa aku yang terlalu bodoh atau aku yang tidak bisa ngertiin dia," pikirku.

"Pesan apa mas?" Tanya pelayan itu pada kami.

"Nggak jadi deh mba" jawabku spontan.

"Aku pesan ayam goreng pedas" pesan pacarku pada pelayan restoran itu.

Saya diam. Mencoba menghela napas. Sikapnya membuat saya semakin yakin bahwa wanita memang makhluk paling ajaib yang susah dimengerti.

Ah, sudahlah. Wanita tidak pernah salah. Aku yang salah.