Cinta Antara Puang Dan Atah

Fina, fina, fina kekasihku yang teramat cantik, bibirnya semerah mawar merah, pipinya yang mengemaskan, rambutnya yang begitu lembut, sikapnya yang keibu ibuan yang membuatku tertarik kepada finaku, tapi kisah cintaku dengan finaku begitu banyak rintangan, aku yang keluar kota menjalankan tugas sedangkan finaku dikampung..

Setelah beberapa tahun kami berpacaran akhirnya aku memiliki tekad untuk mempersunting finaku agar dapat kubawa kemana mana dan aku tak takut untuk kehilangan dia, kubulatkan tekadku untuk memperkenalkan finaku kepada orang tuaku.

Alhamdulillah atta dan ammaku menyetujuiku dnegan finaku, ahh tak tenanglah daku ingin mempersuntingnya, tibalah hari dimana hari yang kutunggu tunggu.

Atta dan ammaku kerumah finaku untuk melamarnya, namun siapa sangka atta dan ammaku berubah haluang, mereka hanya mengatakan sampai kapanpun atta dan amma tidak akan menyetujui kau menikah dengan gadis atah.

Hancurlah hatiku sehancur hancurnya, apakah hanya perbedaan kasta aku tak dapat mempersunting finaku? Ada apa dengan kasta? Ada apa dengan puang dan atah? Yang kutau fina gadis yang kucintai gadis yang kudambakan, apa salah finaku?

Finaku wanita baik baik bukan wanita kekota kotaan, akhirnya kuberanikan diri kerumah puangku ku tanyakan kepada dia kenapa aku tak dapat mempersunting finaku?

Ternyata dahulu kakek dari finaku adalah pembantu dari puangku, nenek dari fina adalah pelayan atta nenekku, lalu kutanyakan kenapa?

Mengapa perbedaan kasta masih menjadi penghalang? Puangku menjawabnya"akan sangat rendah jika puang menikah dengan atah, atah dimata keluarga kita adalah babuh yang tidak mempunyai hak sama sekali, hidupnya tergantung dengan puangnya, atah tidak memiliki harga diri, kasta atah begitu rendah dimata keluargamu nak" hancur hatiku fina hancur, mengapa kasta masih saja bertindak dengan semenah menah? Mengapa fina?

Finaku..
Jika budaya memisahkan kita maka akan kulawan budaya itu, fina jika takdir tidak memihak kita maka akan kulawan takdir itu..

Mengapa fina, mengapa harus kau? Mengapa harus kau yang menjadi atah ?
Finaku sayang, budaya terlalu mengekang kita, budaya terlalu sulit untuk kita lawan, mengapa harus membeda bedakan manusia satu dengan manusia lainnya? Dimata tuhan atah dan puang sama sama saja..

Fina apakah aku harus melanggar budayaku untuk membukitkan ketulusan cintaku kepadamu? Haruska aku melawannya untukmu ?

Haruska aku terkena kutukan agar dapat bersamamu? Haruska aku menghilangkan status ke puanganku untuk menikahimu?

Fina demi cintaku padamu maka cinta atah dan puang akan terjadi, meskipun aku harus meniduri atahku sendiri, meskipun aku harus memiliki anak dari atahku sendiri, itu tidak apa apa fina, akan kubawa kau keluar dari budayaku, akan kubuat kau bahagia dengan kisah cinta kita yang terhalang oleh kasta, akan ku buat kau bahagia seumur hidupku meskipun kau adalah ATAHKU!

Penulis: Sutra Tenri Awaru