Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Negeri Makin Bebas, Bikin Remaja Bablas

Selasa, 31 Maret 2020 | 18:54 WIB Last Updated 2020-03-31T10:54:36Z

Lorong Kata - Maraknya pergaulan bebas kian meresahkan mulai dari seks bebas, narkoba hingga berdampak HIV/AIDS. Tak ingin remaja lepas kontrol, di bawah komando Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) diselenggarakanlah lomba duta generasi berencana (Genre) dengan tujuan menangkal pergaulan bebas yang kian menjamur.

Dikutip dari PUBLIKSATU, BAUBAU Maraknya fenomena pergaulan bebas di tengah-tengah kehidupan generasi saat ini sehingga berbuntut terjadinya kasus pernikahan dibawah umur, menyikapi fenomena tersebut Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) gelar lomba duta generasi berencana (Genre). Lomba duta genre yang diadakan DPPKB akan diikuti seluruh siswa siswi SMA/SMK se-Kota Baubau serta tak ketinggalan juga dari kalangan mahasiswa yang ikut serta dalam perlombaan tersebut.

Kegiatan ini kami adakan yang pasti tujuanya untuk menangkal menjamurnya fenomena pergaulan bebas, disamping mengurangi munculnya kasus nikah dibawah umur, kata Suarmawati di ruang kerjanya, Senin (16/03).

Memang seluruh sekolah se-Kota Baubau SMA/SMK dan termaksud peserta dari perguruan tinggi namun masing-masing sekolah hanya 2 orang perwakilan, ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya pergaulan bebas saat ini tidak dipungkiri juga mengakibatkan terjadinya seks bebas, HIV/AIDS dan narkoba.

Maka kami senantiasa menggalakan berbagai macam cara diantaranya, bina keluarga remaja dimana lewat program ini kami senantiasa memberikan penyadaran ditengah-tengah generasi mudah menyadari bahwa dengan seks bebas, konsumsi narkoba akan merusak masa depan, terangnya.

Kepala DPPKB Kota Baubau ini, Surmawati menyinggung juga bahwa dilembaganya tersebut terdapat program yang namanya pusat informasi konseling remaja mahasiswa.

Tujuan dari program ini, kami senantiasa lakukan pembinaan kesekolah-sekolah dan perguruan tinggi dengan memberikan pemahaman serta penyadaran kepada remaja-remaja kita agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan narkoba, ucapnya.

Telaah Akar Masalah

Kehidupan remaja yang bebas seringkali berujung kebablasan akibat dari pergaulan tanpa batasan, maka tidak heran jika berdampak pada seks bebas, pemerkosaan, aborsi, kecanduan narkoba, dan berakhir HIV/AIDS. Terlebih bagi pelaku seks bebas sudah menjadi sesuatu yang tidak tabuh lagi terdengar di telinga masyarakat, bahkan pelakunya mengakhiri kejenjang pelaminan meskipun dibawah umur.

Dilain sisi akibat dari pergaulan bebas momentum perkawianan tidak lagi menjadi sesuatu yang sakral bahkan berujung pada perceraian, belum lagi dampak lain yang dihasilkan dari pergaulan bebas Terbukanya akses tontonan lepas kepada anak di bawah umur memicu hasrat kian memuncak, belum lagi tersedianya penjualan alat kontrasepsi dan obat-obatan hingga berbagai jenis narkotika yang tidak lagi sukar didapatkan. Remaja yang semestinya menorehkan prestasi justru kini menorehkan noda hitam yang menambah buram potret remaja.

Mirisnya pola pergaulan bebas remaja tidak kunjung mengalami perubahan justru kian pesat meresahkan, hal inilah yang mendorong peranan baik orang tua maupun masyarakat untuk terjun langsung membekali remaja dengan pengetahuan memadahi yang bertujuan menyadarkan bahaya yang ditimbulkan ke depan, namun nyatanya tidak cukup mengurangi jumlah persoalan yang terjadi.

Akar dari permasalahan yang terjadi bukan pada individu semata, melainkan kebebasan remaja terjadi akibat dari dampak liberalisme dan sekularisme yang memberikan ruang lingkup lepas tanpa melibatkan peran agama, sehingga pola pikir dan pola sikap menjalar merusak urat malu remaja yang bertindak hanya sebatas hawa nafsu. Faktor berkembangnya pola pikir dan sikap yang liberal adalah pemicu utama dari perkara remaja saat ini yang mudah terbius oleh budaya dan ide-ide Barat. Jadi sangat jelas seberapa besar upaya dilakukan membentengi diri, akan sukar jika tidak memutuskan mata rantai liberalisme dan sekularisme yang memapar pergaulan remaja.

Islam Solusi Tuntas Bagi Remaja

Islam lebih selektif mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan sebab berlandaskan pada tuntunan Syariat Islam bukan hawa nafsu semata. Kehidupan antara laki-laki dan perempuan tentu bertolak belakang dengan kehidupan masyarakat liberal dan sekuler yang memberikan kebebasan tanpa melibatkan unsur agama, baik dalam bersikap maupun berpakaian. Solusi selektif yang ditawarkan Islam memberi pencerahan bagi umat, sebagaimana Islam memerintahkan kewajiban menutup aurat dan menjaga interaksi kepada lawan jenis.

Telah banyak ayat dan hadits memparkan demikian, salah satunya seperti yang termaktub dalam Al-Quran surah al-Araf ayat 26, Hai anak Adam, sungguh kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian, dan pakaian indah untuk perhiasan serta Rasulullah saw. telah melarang seseorang laki bersepi-sepi dengan wanita, kecuali wanita itu mahram-nya. Disamping itu, Islam mengecam orang-orang yang terlibat dengan Khamr dan segala sesuatu yang memabukkan.

Dalam hadits shahih Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, "Setiap yang memabukkan itu (dinamakan) khamr, dan setiap yang memabukkan itu (hukumnya) haram (dan dalam suatu riwayat disebutkan. Dan setiap khamr itu haram)" [Juz 6 halaman 100 dan 101]

Sepuluh orang yang dikutuk karena khamr: pembuatnya, pengedarnya, peminumnya, pembawanya, pengirimnya, penuangnya, pemakan uang hasilnya, pembayar dan pemesannya. (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Tergambar jelas bagaimana Islam melindungi remaja dari perilaku menyimpang dengan selektif. Perkara lemahnya remaja saat ini bukan semata lemahnya iman, tetapi lemahnya pemahaman Islam sehingga hilanglah identitasnya sebagai muslim. Pembekalan agama di bangku pendidikan rupanya tidak cukup terlebih lagi jikalau hanya bentuk ketaqwaan individu saja.

Maka dari itu, bukan peran orang tua semata melainkan peran Negara ikut andil dalam memutus rantai kegagalan liberalisme dan sekularisme serta memberikan pemahaman Islam tanpa tersusupi pemahaman-pemahaman jahil. Wallahu alam bi ash-shawab.

Penulis: Lisa Aisyah Ashar (Mahasiswi FTI USN dan Aktivis BMI Kolaka)
×
Berita Terbaru Update