-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pejalan Intelektual

Senin, 02 Maret 2020 | 07:19 WIB Last Updated 2020-03-01T23:21:16Z
Muhammad Irfan
”Jangan pernah katakan keadilan, jangan pernah katakan demi hukum jika masih mengombang-ambing rakyat miskin kota. Jika penguasa melakukan penindasan maka arah kiblatku adalah perlawanan. Bergeraklah selalu untuk sebuah misi yaitu keadilan dan kesejahteran bagi masyarakat kolektif"
(Muhammad Irfan)

Lorong Kata - Apalah dayaku ini hanya seorang pemuda desa yang hijrah kekota untuk belajar mengeja arti kehidupan, aku hijrah kekota bukan karena aku tidak suka desaku tetapi saya pergi ke kota untuk belajar seperti apakah kehidupan dikota dan apa sebenar-sebenarnya arti kehidupan, makna kehidupan dan yang dimanakah yang di maksud memanusiakan manusia?

Dan dari sinilah saya masuk di salah satu di perguruan tinggi di makassar ,dan saya coba menerobos seperti apakah dunia kampus, hari demi hari ku lewati di dunia kampus dan pada saat itu yang ku lakukan hanya kuliah-pulang atau sering di katakan (mahasiswa kupu –kupu) lama kelamaan saya kebingguan dengan apa yang kulakukan jika saya terus begini tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaan untuk masyarakat banyak.

Saya tidak akan mengerti arti kehidupan dan suatu ketika saya bertemu salah seorang senior kampus dan coba ikut padanya dan saat itu pula saya merasa senang ikut padanya seakan-akan Tuhan memberi petunjuk atas kebingunganku.

Kemudian saya diajak jalan untuk menyusuri beberapa kampus yang di ada di sulawesi selatan khusunya di kota makassar dan di saat itu pula saya merasa berpetualang dan seolah saya merasa menyisir sebuah hutan yang sangat hijau lebat dan banyak motivasi-motivasi yang diberiakan kepada saya. Motivasi itu tidak lain dan tidak bukan menjadi suatu hal yang kemudian mendorong dan menggambarkan saya suatu peta untuk menyisiri sebuah hutan yang lebat itu hingga menemui titik terang.

Saya merasakan bagaiaman proses itu dan melewati pahit-manisnya dunia kampus. Seakan-akan saya tidak mau berhenti berpetualangan sekali pun itu pahit karena saya yakin dalam diriku di balik kesusahan ada kemudahan. Pada saat itu juga saya diajak untuk masuk pada pengkaderan-pengkaderan organisasi dan saya di kawal sampai selesai pengkaderan.

Sampai sekarang saya aktif diorganisasi gerakan yaitu gerakan rakyat dan mahasiswa indonesia atau sering dikenal dengan nama Gerak Misi. Pada organisasi gerakan inilah saya banyak mendapatkan hal-hal yang belum saya temui sebelumnya. Mulai dari filosofi-filosofi kehidupan, teori sabar dan tenang dalam menghadapi masalah, loyalitas, solidaritas, dan membahas persoalan persoalan kondisi sosial yang kemudian di pinggirkan oleh kelas-kelas penguasa.

Diorganisasi pergerakan pula kamu bisa mengenal kerja-kerja para mafia. Siapakah di balik mafia itu, kemiskinan di konstruksi atau lahir secara alamiah, manipulasi hukum, kesehatan, bahkan kondisi perguruan tinggi saat ini. Secara realitas hari ini kita saksikan bersama-sama bahwa hukum hanya bisa berlaku pada orang-orang miskin (kelas bawah), inilah suatu gambaran bahwa hukum hari ini sudah keluar pada esensinya.

Saya sedikit menggambarkan atau memberikan suatu analogi, ketika kelas bawah masyarakat mempunyai jaringan ke penegak hukum kalau pun ada tapi kan harus pakai uang untuk menukar pasal kalau orang-orang kaya mana bisa kena hukum. Begitu pun manipulasi kesehatan, orang miskin dilarang sakit, dan kalau sakit harus punya uang dan keruang registrasi pula baru bisa dirawat bemana kalau orang darurat/setenggah mati apakah harus ditunggu selesai registrasinya baru dirawat, seperti inikah hati nurani manusia sekarang.

Manipulasi pendidikan, orang miskin dilarang sekolah, sekolah mau bayar apa coba, kau kira pakai tenaga guru tidak bayar, seakan –akan uang ini maha segalanya sependek sepengetahuan saya dapat gelar maha hanya tuhan.

Kenapa sekarang para pemuda dan pemudi banyak masuk dalam dunia gelap menjual barang haram seperti narkoba dan sebagainya. Masuk dalam club-club malam dan sebagainya dan yang seharus dia mengisi waktunya dengan hal-hal yang baik, kalupun itu ada hanya beberapa mahasiswa saja ataupun pemuda dan pemudi yang tidak terjerumus dalam dunia gelap.

Maka daripada itu wahai para pemuda dan pemudi ayo bangkit dan berlawan kepada semua kebobrokan yang di negeri ini. Lakukan segera reaktivitas terhadap spirit perjuangan pemuda dan pemudi terdahulu yang membantu membangun negeri/bangsa indonesia. Stop saling menyalakan ayo bangkit karena itu yang kemudian mampu mematikan kesadaran kritis kita.

Mari sama-sama membakar dan membunuh, bakar semangat kalian demi kemajuan bangsa ini dan bunuh rasa takut kaliandemi bangsa ini dan terwujudnya pemuda dan pemudi yang berintelktual dan budi pekerti yang luhur, berteriaklah sekeras-kerasnya dijalan apapun konsekuensinya karna kalian penerus bangsa ini dan terobos semua yang menghalang-halangimu jika kalian bergerak atas dasar kebenaran dan jangan pernah mundur karena mundur adalah bentuk sebuah penghianatan.

Penulis: Muhammad Irfan (Kader Gerakan Rakyat Dan Mahasiswa Indonesia Atau Gerak Misi)
×
Berita Terbaru Update