Puisi 'Kau Bakar Matahari Istanbul'

KAU BAKAR MATAHARI ISTAMBUL
Muthmainnah Kurdi

Pendar indah berima syahdu
Di palung rindu hembusan angin
Berarak bagai awan
Derap kuda para ksatria
Suka cita sambut jihadNYA

Riang tawa mereka bercengkrama
Beriring jalan mereguk pengetahuan
Dimegahnya istana
Berpahat keindahan
Tak satupun cela diantaranya

Pagi cerah bercuitan burung - burung
Awan biru putih bersih berpadu memayung
Mewangi semerbak bunga - bunga
Diantara
Beningnya aliran air dari kanal - kanal

Hujan pun tak memilih jatuhnya
Bergemericik bagai denting ritmik pianika
Membasahi bumi yang rela tergenang
Menghapus jelaga dan dendam seharian
Begitulah angin mengajari awan

Tiba - tiba kelam datang menyeruak
Memadamkan berbagai pendar warna
Tiba - tiba panas merayapi bumi
Menghitam dedaun hijau penyejuk hati
Bagaskara Istambul dipaksa pergi

Kau bakar matahari Istambul
Kejam mendongak kepalamu
Kau bakar matahari Istambul
Kau pongah menginjak kesucian
Kau bengis membunuh jiwa - jiwa

Kau bakar matahari Istambul
Istana umat hancur berkeping bersekat
Hingga ajal merenggut jiwa hinamu
Kau menjejak kepedihan
Berpuluh tahun hingga

Kau bakar matahari
Kau tak bisa menahan munculnya

Kau bakar matahari
Anala berkobar menggetarkan langit
Jiwa - jiwa tunduk menggenggam amanat
Berbondong sonsong janjiNYA
Taat terbaik untuk Rabbnya

Matahari merah menyala
Membakar durjana jejakmu
Membakar segala angkaramu
Membakar angkuh yang memenuh

Gemintang berpendar warna - warni
Kabarkan fajar kian dekat menyingsing
Sirnalah gelap yang menyelindap

Matahari gagah bertengger di ufuk
Kilau sinarnya memusnah kufur
Rindu berdesakan bertumpuk

Wahai penjejak durjana
Jejakmu sebentar lagi sirna
Dihalau kilau sinarNYA.