Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Tenaga Kesehatan Pasukan Tanpa Junnah

Minggu, 22 Maret 2020 | 10:54 WIB Last Updated 2020-03-22T03:07:26Z
"Kami tetap bekerja demi kalian, tolong kalian di rumah demi kami"
begitulah kalimat yang sedang viral dari tenaga kesehatan.

Lorong Kata - Pahlawan tanpa tanda jasa biasa disematkan pada guru, namun di tengah gempuran pandemik Covid-19. Pantaslah pahlawan tanpa tanda jasa disematkan pada tenaga kesehatan.

Keriuhan upaya penyelamatan pasien terinfeksi virus corona membuat suasana RS begitu mengerikan, bekerja tiada henti dan risiko terpapar begitu besar.

Kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga kesehatan menjadi persoalan baru karena tidak bisa dipungkiri bahwa penyediaan perlengkapan seperti masker sekali pakai, kacamata, baju pelindung, penutup kepala, sarung tangan, dan hand sanitizer.

Dilansir TEMPO.COM (21/03/2020) Sekitar 40 dokter dan perawat IGD RSUD Bahteramas memilih untuk mogok kerja, hal tersebut karena tidak tersedianya APD. Seorang perawat setempat menyatakan untuk merawat pasien positif virus corona APD sangat penting untuk keamanan.

Mirisnya jauh panggang dari api, harapan tidak selalu indah pada kenyataan. Alih-alih bekerja dengan aman justru tidak sedikit tenaga kesehatan yang bekerja dengan minim APD.

Kondisi ini terjadi akibat beberapa faktor, pertama terjadinya penimbunan APD oleh pihak-pihak tertentu guna mendapatkan keuntungan besar. Kedua, penyebaran virus semakin masif menjangkiti masyarakat. Ketiga ketidakseriusan pemerintah dalam mengantisipasi hal terburuk dalam penanganan Covid-19.

Ketiga hal tersebut terjadi bukan tanpa sebab, ditengah sistem kapitalisme rasa empati dan tanggung jawab terkikis oleh kepentingan semata. Sebagai sebuah negara berkewajiban memenuhi segala bentuk kebutuhan rakyat, kesiapan pemerintah dalam mengambil sebuah kebijakan haruslah mengedepankan kemaslahatan umat.

Bukan lagi soal untung atau rugi, tapi merupakan sebuah kewajiban negara. Memang tidak hanya cukup solusi atasi ketersediaan APD tenaga kesehatan namun juga menutup total pintu masukkan pandemik atau dalam istilahnya adalah lockdown.

Distancing social pun hanya sebagian kecil upaya pencegahan. Sekolah dipindahkan belajar dirumah, pekerja dipindahkan untuk bekerja di rumah, mengurangi aktivitas di luar rumah.

Pentingnya ketegasan dan kejelasan pemerintah dalam mengupayakan semaksimal mungkin faktor risiko penyebaran, melockdown dengan begitu kebutuhan rakyat wajib dipenuhi karena mereka yang bekerja terpaksa harus berhenti sementara waktu.

Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki jika dikelola dengan baik sudah pasti mampu menutupi kebutuhan rakyat dalam kondisi lockdown pandemik ataupun di luar dari kondisi pandemik. Namun sayangnya, SDA tidak bisa dinikmati oleh seluruh rakyat karena pengelolaan diserahkan kepada pihak swasta.

Hal ini pun tentu tidak akan terjadi pada kelangkaan ADP tenaga kesehatan karena dengan pendapatan negara yang besar bisa mengatasi pemenuhannya. Sistem ekonomi neoliberalisme semakin memperparah kondisi ditengah pandemik virus corona.

Islam adalah agama paripurna, memiliki solusi tegas dan jelas dalam mengatasi segala persoalan termasuk kondisi pandemik saat ini. Pada masa Rasulullah wabah semacam ini pernah terjadi, lalu yang dilakukan oleh Rasul saat itu adalah sesuai dengan hadist berikut :

Artinya: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)
Begitulah Rasulullah sampaikan bagaimana cara mengatasi wabah penyakit, Beliau menutup semua akses masuk dan keluar dari wilayah yang terjangkit. Lockdown itulah istilah saat ini, yang bisa diterapkan dalam upaya pandemik virus corona.

Tidak hanya itu islam secara tegas dalam pengelolaan SDA, semua dikelola oleh negara untuk kemakmuran dan kepentingan rakyat. Tidak ada istilah kerjasama dengan kaum kafir penjajah apalagi sampai menyerahkan SDA kepada pihak asing dan aseng.

Rasulullah merupakan contoh teladan terbaik sebagaimana firman-Nya :

Apa saja yang dibawa oleh Rasul kepada kalian, terimalah (dan amalkan). Apa saja yang dia larang atas kalian, tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah. Sungguh Allah sangat pedih azab-Nya. (TQS al-Hasyr [59]: 7).

Peran dam fungsi negara dalam islam sebagai pelindung dan pelayan umat, oleh karena itu negara wajib menjaga tiga hal yaitu agama, akal dan jiwa. Dalam kasus pandemik ini menjaga setiap jiwa adalah tanggung jawab negara, sesuai dengan firma Allah SWT :

Sesungguhnya siapa saja yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Siapa saja yang memelihara kehidupan seorang manusia, seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya (QS al-Maidah [5]: 32).

Firman Allah SWT

Artinya : “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS Thaha [20] : 124).

Penulis: Sri Astuti Am.Keb (Pemerhati Sosial)
×
Berita Terbaru Update