Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Transformasi Pendidikan Dan Ekonomi di Tengah Wabah Pandemic

Minggu, 10 Mei 2020 | 17:55 WIB Last Updated 2020-05-10T09:56:26Z
Transformasi Pendidikan Dan Ekonomi di Tengah Wabah Pandemic
Andi Badrudthaman AR-Arasyid
LorongKa.com - Belahan dunia terkejut dengan adanya penyerangan wabah yang mulanya terjadi di salah satu negara Asia yang bertempat di Wuhan, China yang disinyalir wabah merebak pada tanggal 31 Desember 2019.

Sekian banyaknya manusia terpapar virus yang semakin merebak membuat manusia harus kehilangan nyawa di tengah kondisi pendemi yang luar biasa ini. Penularan wabah yang semakin cepat yang sulit untuk dideteksi dan mampu membuat banyak korban berjatuhan.

Kebijakan dan protokol yang dikeluarkan oleh petinggi petinggi daerah memiliki penerapan kebijakan yang super untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid- 19. Salah satu kebijakan yang dilakukan pentinggi daerah yaitu pembatasan interaksi sosial atau social distancing dan pembatasan tersebut dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan disetiap bidang kehidupan, tetapi hal kebijakan yang dikeluarkan oleh petinggi daerah adalah salah satu cara efektif untuk memutuskan mata rantai covid-19.

Berbicara soal perekonomian di tengah pandemi ini, membuat laju perekonomian harus terbatas dan terpangkas selama kebijakan social distancing diterapkan oleh petinggi daerah, yang di mana kebutuhan pokok seperti primer harus terbatasi oleh adanya covid-19.

Dan tak terkecuali pula berbicara soal pendidikan harus ikut kebijakan dari dampak pandemi ini dengan adanya keputusan petinggi daerah yang secara spontan harus mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan atau memindahkan proses pembelajaran menjadi rumah.

Kebijakan yang harus meliburkan para siswa dan memindahkan proses pembelajaran di rumah, ini sesuai dengan edaran yang di keluarkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia No. 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran coronavirus disease (covid-19).

Terbitnya kebijakan proses pembelajaran dan memindahkan pembelajaran di rumah membuat tranformasi dunia pembelajaran harus dilaksanakan melalui laptop atau komputer yang langsung terhubung oleh koneksi internet, untuk melakukan pembelajaran online atau daring sudah terdapat pada setiap aplikasi yang disediakan.

Dan proses ini bukan hal yang gampang dan mudah untuk dipahami setiap kalangan siswa, karena belum siap untuk langsung beroperasi di depan monitor. Problematika yang terdapat pada bidang pendidikan di tengah pandemik, sistem pembelajaran yang tidak sesuai standar sampai berbicara soal kualitas pembelajaran.

Sebenarnya pemerintah sudah memberikan jalan alternatif bagi setiap siswa sebagai syarat kenaikan dan kelulusan dari lembaga pendidikan dengan situasi wabah yang semakin merebak dan mengikuti salah satu kebijakan social distancing.

Walaupun pembelajaran harus dilakukan di rumah dengan proses daring (online) dan salah satu alternatif pemerintah untuk menentukan nilai pendidikan Tetapi sebenarnya ada faktor yang menghambat terlaksana nya pembelajaran daring yakni:
  1. Penguasaan teknologi yang masih rendah di kalangan siswa yang melaksanakan daring, dengan situasi ini tidak semua kalangan siswa sudah terbiasa untuk mengunakan alat teknologi dalam aktivitasnya sehari-hari. Begitu pun dalam situasi sekolah berhadapan dengan mata pelajaran komunikasi siswa harus rebutan dalam melaksanakan praktek dengan menggunakan perangkat teknologi sebagai pendukung sistem pembelajaran siswa karena keterbatasan sarana dan prasarana.
  2. Jaringan internet, dalam pembelajaran online (daring) tidak lepas dari penggunaan jaringan internet, kadang jaringan tidak stabil sampai jaringan pun hilang dikarenakan letak tempat siswa jauh dari jangkauan jaringan internet.
  3. Biaya, penggunaan jaringan internet khususnya jaringan smartphone harus membutuhkan kuota akses internet untuk melakukan daring akan tetapi siswa harus mengeluarkan badge untuk dapat membeli kuota agar dapat mengakses internet, dan kebijakan pemerintah soal kuota bersubsidi belum memadai dan belum terbagi dengan merata.
Melihat kondisi wabah yang semakin darurat yang banyak menelan korban, membuat laju perekonomian terpangkas begitu cepat dan membuat masyarakat harus terhimpit oleh kebutuhan primer dengan timbulnya kebijakan pemerintah soal penanganan covid-19, hal ini masyarakat harus bertahan dengan kehidupan penuh keterbatasan Ekonomi

Pendidikan merupakan hal penting dalam setiap aktivitas kehidupan manusia dengan memberikan kebebasan pada akal untuk berpikir dinamis. Sehingga seiring waktu, konsep, strategi, kurikulum, materi, dan metode. Akan tetapi sistem Pendidikan mulai mengalami transformasi selama pandemi covid-19 yakni Pendidikan menjadi tidak efektif dan tidak pula sesuai dengan standar pancapaian secara kualitas

Dan kemungkinan besar hanya aspek transfer pengetahuan dan transformasi ilmu tanpa melalui aspek internalisasi nilai pasca adanya kebijakan mengenai covid-19 yakni sistem online (daring) dari pemerintah seputar belajar dan bekerja dari rumah. Sehingga aspek nilai yang semestinya menjadi unsur penting dalam pendidikan akan tetapi cenderung terabaikan.

Penulis: Andi Badrudthaman AR-Arasyid
×
Berita Terbaru Update