Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Resesi Teknikal Terjadi, Pemerintah Berlindung di Balik Pandemi

Selasa, 18 Agustus 2020 | 08:17 WIB Last Updated 2020-08-18T00:17:26Z
Devi Rizki (Aktivis Dakwah)
LorongKa.com - Resesi teknikal kini hadir menjadi ancaman. Imbas dari pandemi yang tak kunjung usai, atau memang pengelolaan yang kurang tepat, sehingga saat ini indonesia berada di jurang resesi. Hal ini dapat dilihat dari catatan pertumbuhan ekonomi melalui Badan pusat statistik (BPS).

Dikutip dari laman berita Jakpusnews.com, Badan pusat statistik (BPS), mencatat pertumbuhan ekonomi minus hingga 5,32 persen pada kurtal ll 2020.Padahal pada kurtal l 2020 perekonomia masih dinyatakaan timbuh berada pada angka 2,97 persen.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 alami kontraksi 5,32 persen dan kumulatif semester I 2020 kontraksi 1,26 persen," kata Kepala BPS, Suhariyanto, Rabu (5/8).

Melihat data tersebut, sungguh sangat menghawatirkan. Mengingat pertumbuhan minus 2 kali berturut-turut, dan fakta di lapangan masyarakat tidak mendapatakan jalan keluar, untuk memenuhi kebutuhan jika terus PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Lantas, apa yang dilakukan penguasa justru mencoba berlindung dibalik pandemi. Harapannya, supaya resesi bisa dimaklumi. Padahal, resisi tidak hanya kali ini terjadi. Indonesia sendiri telah mengalami beberapa resesi. Seperti yang terjadi di tahun 1997-1998.

Mengapa secara ekonomi, negara ini terancam resesi dan rentan terjadi resesi. Apalagi, jika dihadapkan pada situasi yang pandemi yang tak terduga seperti saat ini. Jika kita amati bersama, sistem yang digunakan negara inilah alasan kuat penyebab hal ini, karena sistem yang diterapkan adalah kapitalisme, yang menjadi biang dari permasalahan negeri ini. Akhirnya penguasa bekerja atas dasar perintah tuan bukan atas dasar menjalankan fungsinya sebagai pelayan negara.

Kini, akibatnya keluarga dan perempuan benar-benar kesulitan memenuhi kebutuhan. Di sisi lain kebijakan pemerintah yang serba prematur, di sisi lain tidak bisa segera mengendalikan sebaran virus ini.

Perlu segera ada solusi yang diambil, untuk menuntaskan semua masalah-masalah ini,
Yaitu solusi Islam yang akan mengembalikan keseimbangan ekonomi negara yang dikelola sesuai dengan fungsinya. Seorang muslim harus paham modal yang sudah diberikan Allah bagi negeri ini, berupa kekayaan alam yang berlimpah ruah. Pengelolaannya diambil alih oleh negara dan kemudian hasilnya dipergunakan untuk kesejahteraan dan pelayanan kepada rakyatanya, bukan dikelola oleh tangan asing atau swasta seperti sekarang ini sehingga hak rakyat tak didapatnya.

Kemudian, kewajiban penguasa bertanggung jawab terhadap rakyatnya ini bukan semata urusan perut saja. Perlunya penguasa mengajak rakyatnya untuk tunduk dan taat pada Rabnya. Serta berkewajiban menjalankan syariat-Nya.

Dengan demikan maka akan terwujud rahmatan lil alamin. Rahmat Rabnya berlimpah pada negeri ini. Sebagaimana firman Allah Swt yang artinya:

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS Al-A’raf [7]: 96).

Maka sudah saatnya, kita beralih pada sistem tuntas menyelesaikan problematika umat yang kini melanda, tidak hanya di faktor ekonomi, lebih dari itu di faktor yang lain dapat tuntas diselesaikan. Wallahu a'lam bi ash-shawab.

Penulis: Devi Rizki (Aktivis Dakwah)
×
Berita Terbaru Update