Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

All Eyes on Rafah: Mahasiswa Dunia Bela Palestina

Selasa, 14 Mei 2024 | 16:40 WIB Last Updated 2024-05-14T08:40:18Z

Zulhilda Nurwulan (Mahasiswa Pascasarjana UGM)

LorongKa.com - 
Sejak 7 Oktober 2023 Palestina menjadi perhatian dunia akibat penjajahan yang dilakukan oleh Israel atas mereka. Tercatat lebih dari 31.000 nyawa telah hilang di Gaza dan ratusan ribu masyarakat Palestina luka-luka.  Tragedi yang menimpa Palestina jelas bentuk genosida dan penjajahan. Penjajahan zionis israel terhadap masyarakat Palestina masih terus berlanjut hingga memicu kemarahan berbagai pihak, di antaranya mahasiswa. Dilansir dari Republika.co.id, sejumlah mahasiswa dari kampus-kampus ternama di Amerika Serikat menggelar aksi demonstrasi di depan kampus-kampus mereka dengan membawa berbagai tuntutan pembebasan terhadap Palestina (Jumat, 3/5/2024). Di antara tuntutan yang diajukan para mahasiswa adalah menuntut pemerintah dunia mengambil tindakan tegas agar Israel berhenti melancarkan operasi militernya di Gaza. Mereka terus menyerukan gerakan agar perguruan tinggi melakukan divestasi dari perusahaan yang mendukung Israel. Selain itu, para mahasiswa menuntut AS sebagai pemasok utama senjata perang untuk berhenti mengirim senjata kepada Israel. 


Alasan Kemanusiaan, Mahasiswa Bergerak!


Tragedi yang menimpa Palestina memang menggugah hati siapapun manusia yang masih memiliki rasa kepedulian terlepas dari agama, ras, dan suku mereka. Aksi bela Palestina ini bahkan bermula dari kampus-kampus ternama di AS yang notabene merupakan negara pemasok senjata perang yang menghancurkan Palestina. Aksi ini dilatar belakangi alasan kamanusiaan sehingga membela Palestina tidak harus muslim melainkan cukup menjadi manusia. Bahkan, demi menyuarakan kepedulian terhadap Palestina mahasiswa ini harus melawan kebijakan pemerintah mereka sendiri hingga harus mengalami pemukulan, penangkapan oleh aparat keamanan, dan berbagai tindakan keras lainnya. 


Tindakan mahasiswa dunia terhadap penjajahan Palestina adalah bukti bahwa serangan yang dilakukan oleh Zionis Israel bukanlah tindakan kejahatan biasa melainkan sebuah bentuk genosida, penghilangan etnis Palestina. Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa adalah sebuah keniscayaan bahwa kesedihan, kesengsaraan, penyiksaan yang dialami masyarakat Palestina bukan lagi masalah kemanusiaan sajamleiankan tentang masalah agama. Sejatinya, muslim ibarat satu tubuh maka selayaknya mahasiswa muslim bahkan masyarakat muslim secara umum menjadi pembela yang lebih vokal menyuarakan kesengsaraan saudara muslimnya di Palestina. Namun, masyarakat muslim kini tengah disibukkan dengan masalah kenegaraannya sendiri. Parahnya lagi, Sebagian muslim menganggap bahwa urusan Palestina tidak ada kaitan sama sekali dengan negara mereka karena negara mereka pun masih mengalami kelaparan juga. Lantas apakah muslim harus menunggu kebutuhan pokok mereka terpenuhi dulu baru akan menyelamatkan Palestina?


Sekat-sekat nasionalisme yang berhasil dititipkan penjajah di tubuh negeri-negeri muslim mengakibatkan lahirnya sikap yang individualis semacam ini. Kehidupan hari ini ibarat hidup dalam sebuah kotak, masyarakat muslim dunia tidak mampu melihat sesuatu yang berada di luar kotaknya sehingga cenderung menutup mata terhadap kejahatan. Bahkan, seuan aksi boikot sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina yang dulu masif digaungkan kini berlalu bak berita viral yang sudah kurang penikmat. Tidakkah kita sebagai muslim begitu tega terhadap saudara sendiri? Lantas ke manakah umat terbaik yang disebutkan Allah dalam firmanNya?


Wajib Bebaskan Palestina!


Masalah Palestina bukanlah sekedar masalah kemanusiaan semata melainkan masalah agama sehingga masalah Palestina adalah masalah kaum muslim. Palestina adalah tanah kaum kuslimin sehingga tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkan tanah kharajiyah kepada pihak lain, apalagi kepada perampok dan penjajah seperti zionis. Sebagai muslim yang bersaudara seakidah dengan Palestina sudah seharusnya untuk ikut melawan aksi zionis Israel sebagaimana yang telah Allah Swt. perintahkan, yakni perangi dan usir! 


Demikian sebagaimana firman-Nya, “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum mukmin.” (QS At-Taubah [9]: 14).


Akan tetapi, kekuatan militer tentu harus dilawan dengan kekuatan militer juga sehingga dalam hal ini kaum muslimin hari ini memerlukan kekuasaan Islam yang menyerukan jihad fi sabilillah. Tidak ada solusi lain bagi Palestina selain Khilafah Islamiah. Dengan Khilafah, sekat bangsa akan tercerai, persatuan kaum muslim akan mewujud, akidah Islam menjadi fondasi kekuatan Islam. Khalifah akan menyerukan jihad memerangi musuh-musuh Islam. Sepanjang sejarah, Khilafah mampu menjaga dan melindungi Palestina hingga tiga agama di sana, yakni, Islam, Nasrani, dan Yahudi hidup berdampingan secara damai lebih dari 400 tahun lamanya. Penajajahan zionis terhadap Palestina hari ini hanya bisa diselesaikan dengan jihad dan khilafah. Hanya Khilafah rumah dan tempat aman bagi kaum muslim meminta perlindungan. Dengan Khilafah, kaum muslim terjaga kehormatan, nyawa, dan hartanya. Semoga Allah menyegerakannya untuk kita. Wallahualam. 


Penulis: Zulhilda Nurwulan

×
Berita Terbaru Update